20 Dec

Wujudkan Rencanamu dengan Kolaborasi

64AD09CE-87AA-4B25-94BB-ADB35B4A15DB2020 segera kita jelang. Dalam hitungan hari pergantian kalender masehi 2019 akan segera berakhir. Harapan baru dan resolusi untuk 2020 akan segera bangak kita baca di banyak timeline media sosial dan newsfeed portal berita online dan cetak.

Bersamaan dengan itu, sukacita perayaan pergantian tahun, musim liburan dan perayaan ibadah Natal bagi saudara kita yang beragama Kristen akan kita sambut bersama. Penghujung tahun 2019 akan menandai banyak pencapaian dan pembelajaran bagi kita semua. Momen refleksi.

Namun, ada yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana menyongsong tahun 2020 agar lebih baik. Seperti yang saya sebutkan di awal, akan banyak resolusi dan rencana dibuat untuk tahun 2020. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap orang seperti terhipnotis untuk berlomba-lomba menyusun rencana yang ingin dicapai di tahun baru nanti. Saya pun biasanya begitu. Hehe..

Memiliki rencana itu baik. Seperti kata-kata bijak, “Gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal.” Di momen pergantian tahun lalu, saya pernah punya resolusi untuk menulis buku. Tidak muluk-muluk sebenarnya. Yah, bisa lah saya menulis meski tak seberapa. Hehe..setidaknya bekal jaman kuliah di Sastra dengan konsentrasi Linguistik masih membekas. Apalagi menulis sesuatu yang berkaitan dengan bidang yang ditekuni seharusnya tidak menjadi masalah yang berarti.

Nyatanya, hingga jelang pergantian tahun 2019, draft buku atau outline bukunya masih belum terjamah. Haha…ternyata, rencana saja tidak cukup. Belajar dari pengalaman tersebut, saya rasa untuk merealisasikan sebuah rencana, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya.

#1 Tentukan tujuan dengan SMART

Saya sangat yakin bahwa Anda pernah mendengar kata SMART. Kata ini sering dikaitkan dengan penentuan tujuan. Bahwa untuk mencapai suatu tujuan tertentu, kita disarankan untuk:

S: Specific (Spesifik)

M: Measurable (Terukur; Bisa diukur)

A: Achievable (Bisa Dicapai)

R: Realistic (Realistis)

T: Time Bound (Berbatas Waktu)

Maka yang pertama kali harus dilakukan dengan resolusi tahun depan adalah dengan menetapkan tujuan yang spesifik, terukur dan bisa dicapai dengan membaginya menjadi target-target bertahap, realistis dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki dan tenggat waktu yang ditetapkan.

#2 Bangun Support System

Saat segala sesuatu berjalan sesuai rencana biasanya membuat motivasi kita cenderang berlipat ganda dengan mudah. Sebaliknya, tangki yang berisi bahan bakar penyemangat kita bisa cepat habis ketika mulai bertemu tantangan di tengah jalan. Kesibukan rutin, ketemu hobi baru, masalah pribadi hingga urusan perintilan sehari-hari yang membuat kita perlahan lupa dengan rencana yang telah ditetapkan. Jalan yang dituju ternyata mulai terjal dan tak sehebring saat membuat resolusi.

Belajar dari pengalaman tersebut, kita harus punya support system yang bisa menaikkan level motivasi dan fokus untuk kembali ke jalur resolusi. Support system yang dimaksud adalah lingkaran orang-orang terdekat atau pertemanan dimana kita menghabiskan sebagian (besar) waktu kita. Komunikasikan rencana Anda kepada mereka biar bisa membantu menjadi reminder bahwa ada resolusi yang ingin dicapai.

Support system itu bisa keluarga, sahabat, rekan seprofesi, rekan bisnis dan siapa saja yang menurut Anda bisa membantu nyolek agar Anda bisa fokus lagi. Tapi yang harus digaris bawahi adalah Anda yang paling bertanggung jawab dengan resolusi Anda ya Anda sendiri. Dan support system itu hanya sebatas pendukung saja.

Persistensi Anda diuji disini.

#3 Kolaborasi

“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.” Peribahasa ini menurut saya masih relevan untuk mencapai tujuan atau resolusi kita. Bersama-sama. Kok bersama orang lain mencapai misi pribadi?

Bagaimanapun juga, Anda butuh dukungan orang lain untuk mencapai misi Anda pribadi. Contoh: ingin menulis dan menerbitkan buku. Saya akan butuh penerbit, orang atau teman yang pernah menerbitkan buku, layouter, editor dan lain sebagainya. Butuh dukungan orang lain kan?

Contoh lain, saya ingin memiliki kedai kopi yang jadi pusat berkumpulnya komunitas dan menjadi daya ungkit dalam pemberdayaan masyarakat. Maka makin banyak pihak yang harus saya rangkul dan diajak kerjasama untuk mencapai tujuan saya.

Sayangnya, meski kata “kolaborasi” banyak disebutkan dalam pencarian google maupun tagar media sosial, nyatanya membangun kolaborasi itu bukan pekerjaan mudah. Namun, pekerjaan akan jauh lebih mudah dengan kolaborasi.

Kolaborasi itu bisa diupayakan dengan banyak ngopi. Tapi ngopinya takarannya khusus seperti gambar berikut. Hehe..siapkan bahannya ya. 64AD09CE-87AA-4B25-94BB-ADB35B4A15DB

Bandung, 20 Desember 2019

@randie911

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.