28 Nov

10 Tips Membangun Bisnis Langgeng

Memiliki pekerjaan saja tidak cukup. Beberapa orang bahkan masih terjebak dalam lingkaran pendapatan yang segitu-gitu saja dan tak kunjung dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Permasalahannya sederhana, diantaranya pendapatan yang rendah, pekerjaan dan pemasukan yang tidak rutin, dan lapangan pekerjaan yang tidak dapat menyerap riwayat pengalaman bekerja maupun latar belakang pendidikan yang dimiliki, yang pada akhirnya mereka dihadapkan pada 2 pilihan terakhir: bekerja serabutan dengan jam bekerja yang sangat panjang atau berpikir untuk memulai usaha.

stock-vector-change-career-directions-employee-entrepreneur-street-direction-sign-204169891

Bekerja atau berwirausaha?

Pilihan memulai usaha terlihat lebih praktis dan sebagian orang beranggapan bahwa dengan berwirausaha mereka dapat memiliki waktu kerja yang lebih leluasa dan potensi pendapatan yang tak terbatas. Sayangnya, 2 harapan tersebut juga yang makin menenggelamkan mereka pada situasi yang lebih parah. Rencana usaha tak kunjung terealisasi, usaha berjalan tidak sesuai harapan, waktu dan energi yang dihabiskan untuk merintis usaha ternyata lebih besar effortnya daripada bekerja serabutan. Dampaknya pun kira-kira sejalan: kehilangan pekerjaan sebelumnya dan kondisi keuangan menjadi semakin terjerembab pada batas yang sangat mengkhawatirkan. Bagi orang yang sudah punya tanggungan keluarga, kondisi ini memicu ripple effect (efek riak) yang luar biasa. Ternyata, berwirausaha itu tidak semudah yang dibayangkan!

Lantas, apa yang mesti dipertimbangkan untuk membangun usaha yang langgeng? Ada beberapa hal mendasar yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan probabilitas keberlanjutan usaha yang memiliki daya saing dan profitable. Saya akan membagi fase usaha menjadi 3 tahapan utama: mencari ide bisnis, memulai bisnis dan mengelola bisnis. Mari kita ulik bersama apa saja hal-hal mendasar yang mesti kita perhatikan pada masing-masing fase sambil menikmati secangkir kopi.

Read More