21 Sep

Fasilitasi dan Pendulang Suara

Seorang rekan kerja memberikan tantangan kepada saya. Ia meminta saya untuk membantu pemenangan Pilkada seorang calon Bupati. Saya kaget tak kepalang. Ini tidak pernah terpikir dalam benak saya. Saya tidak memiliki latar belakang apapun dalam hal ini. Berhadapan dengan segelintir orang saja masih pengalaman baru, apalagi membantu pemenangan Pilkada yang tentu akan berhadapan dengan banyak orang. Kan pendekatan Pilkada adalah mendulang suara sebanyak-banyaknya .

img-20150902-wa0010

Kebetulan tempatnya di sebuah Kabupaten di ujung Sumatera yang mengharuskan saya melewati Selat Sunda, tepatnya di Lampung. Saya tadinya tidak yakin sama sekali bisa take a part dalam tantangan ini. Si rekan kerja tersebut membisikkan bahwa tugas saya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat pemilih. Nah… semakin gelap kan? Aku mah apa atuh, hanya tahu dunia pelatihan, itu pun masih baru beberapa belas bulan, dan baru beberapa tema pelatihan yang saya kuasai. Setelah si Rekan tersebut menerangkan lebih lanjut bahwa tugas saya adalah memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat pemilih, lalu saya ambil tawaran tersebut! Ini gile…bagi saya .

Read More

21 May

Pendampingan Masyarakat: Beberapa Tips

PendampinganPendampingan masyarakat, sebuah kalimat yang semakin hari semakin sering terdengar. Terlebih belakangan, pemerintah berencana menciptakan ribuan bahkan jutaan pendamping, terutama terkait dengan diimplementasikannya UU Desa. Apa sih pendampingan itu?  Pendampingan merupakan sebuah kegiatan berkelanjutan dalam memfasilitasi individu/kelompok/komunitas untuk mengembangkan diri mereka. Pendampingan lazim dilakukan dalam isu ekonomi, sosial, teknis, dan seterusnya sesuai dengan program instansi atau lembaga yang menjalankan program pendampingan tersebut. Idealnya, pendampingan itu merefleksikan kebersamaan atau kesejajaran antara pendamping dan yang didampingi.

Pertanyaannya, apakah menjadi mendampingi masyarakat itu merupakan sebuah PILIHAN atau KETERPAKSAAN? Pilihan karena panggilan jiwa yang merasa gerah dan terusik melihat masih banyaknya masyarakat kecil, saudara-saudara dan teman-teman yang belum berdaya. Atau…Keterpaksaan? karena kesulitan mencari kerja, sehingga mencoba mengisi lowongan menjadi pendamping masyarakat, lumayan buat menyambung hidup..lumayan bisa jalan-jalan ikut pelatihan gratis, bahkan diongkosi pula..hehe. Tapi saya yakin, banyak teman-teman pendamping memilih menjadi pendamping karena passion, kepedulian & peluang menjadi wirausaha sosial.

Read More

15 Sep

Belajar dan Berlatih Appreciative Inquiry

timthumbWorkshop IFN|Jakarta

Belajar dan Berlatih Appreciative Inquiry

Workshop ini diperuntukkan bagi fasilitator atau mereka yang berminat mempelajari metode Appreciative Inquiry, metode yang berfokus pada pencarian kekuatan ketimbang masalah atau kekurangan, khususnya dalam rangka dalam perubahan diri, kelompok dan masyarakat yang sustainable. Workshop ini akan memberikan pemahaman dasar tentang Appreciative Inquiry agar peserta dapat memobilisasi kekuatan diri, komunitas dan organisasi. Di akhir workshop, peserta membuatpersonal action planuntuk meng-aplikasikan metode Appreciative Inquiry lebih lanjut.

Read More

15 Sep

Facilitative Parenting: Redirecting

34558fistbump

Seorang kawan berpendapat bahwa saat “menangani” kemauan anak, yang jelas-jelas tidak tepat dan perlu diluruskan, mendengarkan secara aktif merupakan proses yang bertele-tele dan bahkan berisiko. Dia memberi ilustrasi.

 

Anak      : Ayah, Umang pengen belajar motor dong.

Ayah      : Belajar motor untuk..? (teknik drawing people out)

Anak      : Untuk ke tempat ngaji, bantu ibu belanja ke warung…

Ayah      : Selain itu? (yang belum terungkap/ deletion)

Anak      : Antar adik ke PAUD. Kan tempatnya  jauh, Pa. Jalan kaki 15 menit…Kasihan adik, Yah.

Ayah      : ….

Read More

17 Apr

Fasilitasi: Apa dan Mengapa?

Apa itu Fasilitasi?

lambangkerjasamaKata “fasilitasi” berasal dari bahasa Latin yang jika diterjemahkan secara sederhana adalah “memudahkan”. Seorang fasilitator, oleh karena itu, adalah seseorang yang menjadikan sesuatu menjadi mudah bagi orang lain. Lalu, bagaimana membedakan fasilitasi dengan layanan jasa profesional lainnya yang juga mungkin menjadikan sesuatu lebih mudah, seperti konsultasi, pelatihan, konseling maupun mediasi? Dan bagaimana fasilitasi berbeda dengan peran kepemimpinan kelompok, misalnya seperti memimpin suatu pertemuan? Untuk menjawab hal tersebut, penjelasan secara definitif barangkali dapat membantu mengelola harapan dari sisi klien, kelompok dan si fasilitator sendiri, dan tentunya untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Suatu definisi yang cukup panjang dan klasik pernah dituliskan oleh Roger Schwarz:

Read More

07 Apr

Apakah anda terampil mendengar?

Hearing_LossBila karir Anda biasa-biasa saja, produktivitas kerja menurun, merasa semakin terasing di kelompok kerja, pendapat tidak didengar oleh orang lain (termasuk di rumah, ketika bicara pada istri/ suami atau anak-anak sendiri) atau kurang percaya diri, semisal, ketika menyampaikan pendapat dalam rapat atau bertemu klien baru, ada baiknya Anda meninjau kembali kemampuan mendengar Anda.

Mendengar terampil sepertinya merupakan keterampilan lumrah yang tidak perlu diperhatikan. Namun, justru ketika dianggap sebagai “hal yang lumrah”,  kita sesungguhnya melupakan keterampilan itu.

Apakah Anda pendengar yang terampil? Berikut adalah hal-hal untuk menilainya.

Read More

15 Mar

Aplikasi Pertanyaan Grandtour & Minitour

Serius - ToT Aceh2Ada saat di mana lebih baik topik diskusi berasal dari kelompok warga sendiri, ketimbang dihadirkan oleh fasilitator. Harapannya, rasa memiliki partisipan terhadap hasil kesepakatan menjadi lebih kuat.

Membantu warga memunculkan topik yang sesuai dengan topik program dapat dilakukan dengan menggunakan teknik Tur Besar dan Tur Kecil. Bandingkan dua dialog di bawah.

Dialog #1

Fasilitator:

Ibu-ibu, hari ini kita akan bicara tentang diare. Ibu, tahu diare itu apa? Siapa yang bisa jawab, hayo?

Sebagian ibu-ibu:

(dalam hati) yah kok tentang diare sih…? Hmm, tugasnyadari kantor memang diare sih ya

Dialog #2

Read More