18 Dec

UMKM? JANGAN DIPELIHARA!

successful-financial-business-plan-report-concept-vector-illustration-dv65mt-clipart

Punya Usaha Masih Kurang Meyakinkan (UMKM)? Bisnis berjalan gitu-gitu aja? Beberapa hal ini perlu Anda cek sebagai bahan evaluasi agar tak selamanya jadi UMKM. Hehe..

#1 Pasar atau Target Pelanggan
Salah satu kesalahan klasik pengusaha mikro adalah terlalu muluk-muluk dalam menentukan siapa yang menjadi kelompok pelanggan utamanya. Biasanya ketika ditanya siapa kelompok pelanggan utama, dia akan menjawab “masyarakat, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak” dan lain sebagainya. Ga sekalian sama kakek-kakek dan nenek-nenek?? Tidak spesifik. Alhasil, produk atau layanannya tidak spesifik juga.

Pasar atau kelompok pelanggan itu profilnya harusnya spesifik dan merupakan kelompok yang bersedia membayar produk atau layanan Anda. Mereka butuh karena memang keinginan mereka tersedia di tempat bisnis Anda.

Jadi, jika masih masuk kategori UMKM, coba cek kembali siapa sebenarnya profil pelanggan potensial Anda.

#2 Tidak Membaca Peta Bisnis dan Persaingannya
Sudah bukan menjadi rahasia baru jika pengusaha pemula merasa bahwa bisnisnya potensial dan tidak dimiliki oleh pelaku usaha sejenis. “Usaha saya peluangnya bagus dan belum ada yang seperti punya saya.” Itu salah satu kalimat yang sering saya dengar. Secara alami, pengusaha pemula punya kecenderungan keyakinan yang begitu tinggi. Bahkan ada yang over PD. Merasa bisnis hanya bisnis dia saja yang ada. Yang sejenis tak dianggap. Alhasil, cuma heboh di awal dan secara perlahan tergerus pelaku bisnis yang sudah ada sebelumnya (incumbent).

Read More