25 Sep

Shopping? Kenapa ngga!

Menghabiskan uSmart Shopperang itu pasti lebih menyenangkan daripada menabung. Setuju? Hehe..terus kalau suka belanja, gimana dengan pengelolaan keuangan kita? Tenang.. kita juga ngga harus menderita banget agar dapat mengelola uang kita dengan baik. Berapapun penghasilan kita, kita sebenarnya masih bisa menabung. Lalu bagaimana caranya? Jadilah smart shopper yang dapat menggunakan uang dengan bijak! Apa yang harus dilakukan oleh smart shopper terkait dengan pengelolaan keuangan keluarga? Simak tipsnya.

Pertama, bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Apa yang membedakan keduanya? Konon katanya kalau kebutuhan itu biasanya sesuatu yang rutin dibayarkan dalam periode tertentu. “Saya biasanya rutin jalan-jalan dan hang out bareng temen. Saya rasa itu kebutuhan saya karena pekerjaan saya melibatkan mereka.” Eit..tunggu dulu. Biasanya kebutuhan itu sesuatu yang sifatnya mendesak dan untuk memenuhi keperluan dasar hidup kita. Jika jalan-jalan dan juga mentraktir teman? Jalan-jalannya yang untuk refreshing dan bersosialisasi adalah kebutuhan, dan mentraktir teman adalah keinginan. Jalan-jalannya kan uda termasuk kebutuhan untuk menjaga silaturahmi atau relasi? Mengapa mentraktir bisa dikategorikan keinginan dalam hal ini? Nah,,keinginan itu biasanya sesuatu yang masih bisa ditunda dan kalaupun tidak dibeli/dipenuhi, tidak memberikan dampak yang sigifikan terhadap keseharian dan pekerjaan kita. Contoh lain, hp kita rusak dan itu merupakan media penting untuk berkomunikasi via telpon dan email misalnya. Membeli hp baru adalah kebutuhan, akan tetapi jika kemudian yang dibeli adalah smartphone (ter)baru diluar sasaran tabungan, itu adalah keinginan. Jika kamu sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan keinginan, maka berbelanja itu adalah wajar jika sudah dianggarkan dalam budget bulanan. Satu lagi, sebaiknya kurangi berbelanja yang nilai ekonominya menurun dan bukan kebutuhan pokok!

Kedua, bawalah uang tunai secukupnya. Biasakan membawa uang sesuai dengan apa yang akan kita belanjakan. Hal ini sangat efektif untuk menimimalisir pembelian yang tidak ada dalam daftar belanja kita. Jika kamu memiliki kartu kredit, tinggalkan di rumah! Biasanya godaan semakin besar untuk memanfaatkan kartu kredit yang tinggal gesek. Geseknya sih gampang, bayarnya yang bisa diluar budget yang telah direncanakan karena pada dasarnya menggunakan kartu kredit itu sama dengan meminjam uang. Hehe..

Ketiga, berbelanjalah pada barang yang harganya miring. Membeli sesuatu itu kan ngga harus mahal dan bermerek? Pilihlah barang yang kualitasnya bagus, sesuai kebutuhan dan harganya sesuai kantong anggaran. Caranya? Lakukan perbandingan di beberapa tempat dan cari yang berdiskon atau harganya lebih murah. Cari informasi terlebih dahulu barang yang akan dibeli misalnya browsing (referensi online shop/store) kek, tanya teman kek atau apalah itu namanya. Jangan biasakan setiap mau berbelanja tanpa tau berapa harganya dan buatlah daftar belanja sebelum itu!

Keempat, belanjalah sendiri. Mengapa begitu? Untuk meminimalisir godaan teman kalau dia hobi belanja. Tapi kalau ngajak teman karena kita ngga tau jalan mah ngga apa-apa kali! Hehe..kayak saya misalnya yang merantau di kota orang. Ajaklah teman yang dapat memberikan masukan jujur atau obyektif ketika kita akan berbelanja. Kalau kita berpatokan pada tips yang kedua diatas, over budget bisa kita hindari.

Kelima, berbelanjalah dalam keadaan kenyang. Biasanya, kalau kita pergi belanja dalam keadaan sudah makan, hal ini dapat meminimalisir pengeluaran makanan ringan atau godaan untuk makan diluar. Hehe..bukankah makanan di rumah atau keluarga kita masih lebih enak dan mengenyangkan? Ngga perlu ngeluarin duit lagi! Hehe..coba kalau kita pergi belanja dalam keadaan lapar. Biasanya yang terjadi adalah kondisi lapar kita menggoda kita untuk tergiur ketika melihat makanan enak. Hehe..sama halnya ketika kita keluar untuk nyari buka puasa. Banyak yang dibeli, tapi ketika uda buka puasa keburu kekenyangan! Haha..pengalaman penulis.

Keenam, jangan berharap tambahan pemasukan dari yang biasanya kita dapatkan. Maksudnya, bukannya ngga boleh dapat pemasukan lebih, justru itu bagus untuk meningkatkan pemasukan kita. Akan tetapi, dalam konteks berbelanja, godaan ketika berbelanja dengan berharap (masih) akan mendapatkan tambahan pemasukan nantinya, biasanya membuat kita kalap untuk berbelanja diluar kebutuhan. Hehe..so, hindari pengeluaran yang kurang penting dan berbelanjalah sesuai jumlah uang yang ada saat itu (dianggarkan sebelumnya).

Selanjutnya, jangan remehkan hal kecil. Misalnya begini, beli cemilan diluar, ngewarung (ngopi, ngemie instan, dan sejenisnya). Kecil sih memang biayanya, tapi kalau itu menjadi kebiasaan dan rutin terus-menerus dilakukan, coba dihitung berapa jadinya dalam sebulan dan seterusnya. Hehe..susah sih emang, tapi mulailah dengan mengurangi intensitasnya.

Tips terakhir, patuhlah pada rencana anggaran keuangan. “Saya masih belum membuat anggaran keuangan bulanan.” Duh! Celaka 13! Hehe..mulai dari sekarang cobalah untuk membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran kita. Bagaimana caranya? Simak tipsnya disini: http://goo.gl/vLley2 (status facebook). hal sederhana yang bisa mulai kita terapkan adalah dengan mencatat setiap pengeluaran harian kita. Ribet memang, tapi dari situ nantinya kita akan mengetahui anggaran bulanan kita dan pada bulan-bulan berikutnya kita bisa menganalisis anggaran keuangan kita serta membuat rencana anggaran yang lebih baik berdasarkan catatan yang sudah ada. Bukankah masing-masing dari kita punya sasaran keuangan yang ingin dicapai seperti beli punya motor baru, beli rumah dan lain-lain? Agar besarnya tabungan kita bisa terus ditingkatkan dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Jadilah smart shopper dan yuk..kita bangun kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam membelanjakan setiap rupiah yang kita dapatkan. Sikap kita terhadap uang yang kita punya menentukan bagaimana kondisi keuangan kita 5-10 tahun mendatang!

Punya tips atau pengalaman lain terkait pengelolaan keuangan yang baik? Share disini yuk!

Image: http://www.simplesavings.com.au

 

 

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.