21 May

Pendampingan Masyarakat: Beberapa Tips

PendampinganPendampingan masyarakat, sebuah kalimat yang semakin hari semakin sering terdengar. Terlebih belakangan, pemerintah berencana menciptakan ribuan bahkan jutaan pendamping, terutama terkait dengan diimplementasikannya UU Desa. Apa sih pendampingan itu?  Pendampingan merupakan sebuah kegiatan berkelanjutan dalam memfasilitasi individu/kelompok/komunitas untuk mengembangkan diri mereka. Pendampingan lazim dilakukan dalam isu ekonomi, sosial, teknis, dan seterusnya sesuai dengan program instansi atau lembaga yang menjalankan program pendampingan tersebut. Idealnya, pendampingan itu merefleksikan kebersamaan atau kesejajaran antara pendamping dan yang didampingi.

Pertanyaannya, apakah menjadi mendampingi masyarakat itu merupakan sebuah PILIHAN atau KETERPAKSAAN? Pilihan karena panggilan jiwa yang merasa gerah dan terusik melihat masih banyaknya masyarakat kecil, saudara-saudara dan teman-teman yang belum berdaya. Atau…Keterpaksaan? karena kesulitan mencari kerja, sehingga mencoba mengisi lowongan menjadi pendamping masyarakat, lumayan buat menyambung hidup..lumayan bisa jalan-jalan ikut pelatihan gratis, bahkan diongkosi pula..hehe. Tapi saya yakin, banyak teman-teman pendamping memilih menjadi pendamping karena passion, kepedulian & peluang menjadi wirausaha sosial.

Niat awal tersebut bisa mempengaruhi proses pendampingan, apakah si pendamping hanya mengugurkan kewajibannya ketika mendampingi? Atau memang dengan sepenuh hati si pendamping berniat melakukan pemberdayaan masyarakat. Saya percaya masih banyak pendamping yang berhati tulus yang memang berniat untuk memberdayakan masyarakat, tinggal bagaimana mereka memberdayakan diri sendiri :)

Ada beberapa tips ketika melakukan pendampingan dengan menggunakan pendekatan orang dewasa:

1. Belajar

Ada istilah, di atas langit masih ada langit. Banyak pendamping yang merasa bahwa mereka lebih tahu dan lebih pintar dibanding dampingan. Padahal meskipun dampingan berpendidikan tidak lebih tinggi dari pendamping, namun mungkin mereka lebih kaya akan pengalaman. Jadi, pendamping pun dalam posisi sama-sama belajar dengan dampingan. Jangan gengsi untuk belajar, toh hidup ini juga adalah proses pembelajaran.

2. Bersahabat

Selain mendekatkan diri kepada yang Khalik, kemana biasanya orang pergi ketika ada masalah? Pemerintah? Konsultan? Pak RT? Tetangga? Keluarga? Teman? Ya siapapun itu silahkan, tergantung masalahnya & terserah yang punya masalah mau menghadap siapa..asal jangan nekad pengen langsung menghadap Tuhan, alias bunuh diri..hehe.

Menurut survei yang pernah dilakukan oleh beberapa lembaga survei, seorang dampingan ketika punya masalah, pertama kali mereka akan menemui keluarga atau  teman. Kalau tidak percaya, silahkan lakukan survei sendiri. Hehe. Oleh karena itu, sebaiknya Pendamping bisa menjadi teman baik bagi dampingan. Seperti apa sih jadi teman baik itu? Ya ngobrol santai, tidak terlalu formal, bisa jaga rahasia, bisa menjadi pendengar yang baik, dst.

3. Bekerjasama

“If you have come to help me, you can go home again. But if you see my struggle as part of your own survival then perhaps we can work together”.

Kutipan dari sebuah wanita Aborigin.

Kutipan tersebut saya ambil dari sebuah artikel yang memberi pesan bahwa pendampingan harus berdasarkan pada prinsip kerjasama, bukan hanya pertolongan. Masyarakat sudah lelah untuk dijadikan objek program-program “pertolongan”. Seorang pendamping diharapkan dapat merasakan dan bekerjasama dengan masyarakat membangun kehidupan dan kesejahteraan yang berkelanjutan, ketimbang hanya memberikan bantuan uang dan barang begitu saja.

4. Komunikasi

Nah ini tidak kalah penting & bahkan sangat mempengaruhi proses pendampingan, bahasa gaulnya “jangan sampai miss-communication“. Saya yakin, semua orang pasti pernah melakukan komunikasi. Bahkan bayi pun melakukan komunikasi dengan orang tuanya, meskipun masih dalam bentuk tangisan, itu pun komunikasi. Namun bagaimana cara melakukan komunikasi yang efektif? Secara umum, komunikasi ada yang berupa komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Seperti apa komunikasi tersebut? Akan kita bahas dalam artikel selanjutnya.

Semoga menginspirasi. Selamat mendampingi masyarakat dan memasyarakatkan pendampingan. Semoga masyarakat kita semakin berdaya dan ekonomi Indonesia semakin meningkat & berkah. Aamiin.

 
photo by: www.pouriamontazeri.com

Jimmy Febriyadi

Always newbie Facilitator. Fasilitator Social Enterprise, Kewirausahaan (GET Ahead & SIYB) dan Financial Education. Praktisi Business Development Services Provider yang fokus membidangi kegiatan Fasilitasi, Riset dan Pendampingan Masyarakat, melalui Pelatihan Kewirausahaan dan Pendidikan Keuangan. Aktif sebagai konsultan UN, beberapa Instansi Pemerintah dan NGO.

One thought on “Pendampingan Masyarakat: Beberapa Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.