28 Sep

Kerupuk Artis: Sebuah Strategi Pemasaran

Masih ingat dengan Pedagang “Kerupuk Artis” asal Cililin Kabupaten Bandung dari wilayah Garut yang menjadi trending topik di sebagian sosmed sekarang ini..??

Mungkin dari sebagian kita yang telah melihat dan karenanya masih terngiang!

kerupuk-artisDengan logat sunda yang kental dalam menjual kerupuk yang dinamakan “Kerupuk Artis”, si penjual membuat plesetan yang diambil dari nama artis sebagai bodoran-bodoran atau lelucon dalam gaya sundawi. Seperti yang kita lihat di Sosmed, si penjual ini ternyata bukan saja berhasil menjual kerupuknya, tetapi ia juga sekaligus berhasil menjadi seorang entertainer yang dapat menghibur orang yang melihatnya.

Sampai di sini, kita bisa lihat bagaimana gaya bahasa dan cara penyampaian produk yang unik dapat menjadi suatu nilai tambah dari produk atau jasa.

Melalui teknik penjualan yang sederhana, si pedagang dapat membangun suasana yang menghibur kepada calon pembeli. Dengan strategi penamaan kerupuk artis, calon pembeli dibuat penasaran untuk mengetahui lebih lanjut sehingga dengan begitu calon pembeli pun penasaran untuk mencoba “Kerupuk Artis” yang ia jual.

Bercermin kepada pedagang “Kerupuk Artis”, kita bisa belajar bahwa strategi pemasaran membutuhkan kecerdasan, ketepatan dan orisinilitas yang mana tidak semua pedagang mempunyai keterampilan-keterampilan tersebut. Umumnya pedagang masih berorientasikan pada penjualan tanpa memikirkan strategi untuk mendapatkan calon pembeli yang akan menjadi target pelanggannya.

Tidak hanya satu atau dua pedagang yang menawarkan produk tanpa mempertimbangkan aspek perspektif pembeli, seperti misalnya kebutuhan pembeli dan kepuasan pembeli dalam menerima layanan. Pernahkah Anda mengalami masa dimana saat akan membeli sebuah produk Anda merasa diabaikan? Pernahkan Anda mengalami moment dimana atau pada saat pengembalian, uang kembalian tersebut dilempar begitu saja ke meja transaksi?! Atau pernahkah Anda mendapatkan ekspesi si penjual yang cemberut dan cenderung sinis pada saat Anda membatalkan pembelian produk ?

Mungkin pedagang tidak menyadari akan dampak yang akan dialami. Dengan demikian, mungkin saja si pembeli akan kapok untuk datang atau membeli produknya, tidak menutup kemungkinan akan menjadi bahan cerita untuk disampaikan kepada teman atau kerabat serta saudaranya untuk tidak datang atau membeli produk ditempat atau pedagang tersebut.

Itulah dampak dari pelayanan yang tidak mengacu pada kepuasan akan kebutuhan dan keinginan pembeli. Padahal kalo kita telaah kembali, penjualan adalah ruh yang paling utama bagi keberlangsungan nafas bisnis atau usaha. Teknik penjualan selalu memberikan dampak yang sangat menentukan pada volume penjualan.

Lalu, apakah teknik penjualan itu talented, gifted yang karenanya hanya orang-orang tertentu yang beruntung saja yang bisa menguasainya? Ataukah ia bisa dipelajari? Teknik penjualan dapat diasah oleh diri sendiri dengan memperbanyak referensi, menambah pengalaman (orang bilang jam terbang adalah segalanya dalam bisnis. Ini benar adanya!) dan ia juga bisa dibangun dari pengalaman orang lain.

Kembali lagi kepada penjual “Kerupuk Artis”, ia sebenarnya melakukan teknik penjualan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Menentukan Target Pelanggan #1; target pelanggan yang spesifik dapat membantu pencapaian output (omset). Tentukan target pelanggan untuk produk yang akan kita jual. Target pelanggan yang spesifik dapat mempermudah pemasaran.

Misalnya: Menentukan target pembeli yang akan menjadi pelanggan seperti turis domestik, kategori masyarakat menengah ke atas, wanita dewasa usia 18 – 40 tahun.

Membangun Suasana #2; ciptakan keakraban dengan calon pembeli. Rasa nyaman pembeli menjadi modal untuk memasarkan produk. Dengan suasana yang akrab dan nyaman informasi produk dapat ditularkan kepada teman atau saudara.

Misalnya: Senyuman, sapaan atau sanjungan yang diberikan kepada calon pembeli.

Memasaran Produk #3; strategi pemasaran dengan memberikan kepuasan pada pelanggan dapat mempengaruhi minat pembeli. Pemasaran hendaknya dapat memenuhi keinginan ataupun kebutuhan calon pembeli.

Misalnya: Responsif dalam memenuhi keinginan pembeli dilanjutkan dengan menyediakan keinginan pembeli pada saat kunjungan/penjualan berikutnya.

Komunikasi Verbal dan Non Verbal #4; dapat mempermudah pemahaman produk kepada calon pembeli serta mempengaruhi minat calon pembeli.

Misalnya: Penekanan kata atau kalimat dalam penjelasan produk ataupun memperlihatkan produk dapat mempengaruhi minat untuk membeli.

Selain 4 hal di atas ada berbagai macam lainnya dalam strategi meningkatkan penjualan.

Bina Mitra Usaha Nusantara (BMUN) sebagai perusahaan pemberi jasa pengembangan kewirausahaan dapat memfasilitasi bagi pedagang atau pelaku usaha mikro yang berencana untuk meningkatkan pengetahuan dalam strategi penjualan. Tidak hanya pedagang atau usaha mikro, BMUN pun dapat memfasilitasi corporate dalam menjalankan program-program CSR, juga instansi pemerintah serta lembaga swadaya masyarakat lainnya yang memberikan perhatian (concern) kepada pemberdayaan ekonomi, seperti penumbuhan entrepreneurship.

Semoga tulisan ini dapat menjadi salah satu bahan strategi dalam penjualan produk atau layanan jasa kita (Wabil Khusus: Pedagang ataupun Usaha Mikro).

Sumber:

 

Lingga Ariansyah

Facilitator @ BMU Nusantara

One thought on “Kerupuk Artis: Sebuah Strategi Pemasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>