16 Nov

Kemenangan Trump dan UMKM Kita

Minggu lalu, perhatian masyarakat internasional goncang dengan apa yang terjadi pada perpolitikan Amerika Serikat. Secara mengejutkan, Donald Trump yang sedari awal tidak pernah diunggulkan (bahkan di partai pengusungnya sendiri) secara mengejutkan bisa memenangi Pemilu Presiden Amerika Serikat 2016. Trump adalah sosok yang penuh kontroversi dan acapkali mengeluarkan pernyataan yang tidak enak didengarkan. Trump juga sangat kontroversial dengan sikap anti imigran, pelecehan seksual dan seringkali melontarkan pernyataan yamg rasis dan bahkan anti Islam.

Nah apakah memang ada kaitainnya antara kemenangan Trump dengan masa depan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kita, setidaknya untuk 4 tahun kedepan?

Setidaknya ada dua faktor utama yang justru kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat menjadi berkah bagi dunia UMKM di Indonesia.

Masa sih?

Pertama adalah kemungkinan akan terjadinya revaluasi atas pakta perdagangan Amerika dan Asia Pacific yang lebih dikenal Trans Pacific Partnership (TPP). Ini merupakan kerjasama perdagangan antara 12 negara yakni Amerika Serikat, Australia, Kanada, Meksiko, Chili, Peru Jepang, Malaysia, New Zealand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Trans Pacific Partnership (TPP) ini bertujuan untuk melakukan liberalisasi perdagangan diantara negara-negara tersebut. Belakangan, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk begabung atau tidak bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP).

Apa dampak Trans Pacific Partnership (TPP) bagi UMKM bila kemudian hari Indonesia bergabung dengannya?

Salah satu klausul yang harus ditaati dalam pakta Trans Pacific Partnership (TPP) adalah kebijakan yang disebut sebagai non-tariff barier dimana arus keluar masuk barang dan jasa diantara kedua belas negara anggota Trans Pacific Partnership (TPP) tersebut akan dibebaskan dari pajak dan aturan kepabeanan lainnya.

Apa dampaknya bagi UMKM? Penghapusan tarif hingga batas serendah-rendahnya akan memudahkan produk Amerika Serikat dan negara-negara industri lainnya masuk, ketimbang masuknya produk barang Indonesia ke sana. Di sini yang akan terdampak paling kuat adalah produk dan jasa yang dihasilkan oleh UMKM karena memang belum terlalu kompetitif vis-a-vis produk industri besar yang merangsek masuk ke pasar domestik kita.

Apalagi standar akses pasar yang tinggi dalam Trans Pacific Partnership (TPP) akan berpotensi menghilangkan kemampuan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia untuk dapat masuk ke pasar negara-negara Trans Pacific Partnership (TPP). Jadi, di sini UMKM seperti mengalami 2 pukulan sekaligus. Yakni, kalah saing di pasar domestik dan sekaligus tidak punya akses ekspor sama sekali karena kalah jauh kompetitif dengan korporasi besar yang menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan murah.

Donald Trump di beberapa kesempatan kampanyenya menyatakan akan mengevaluasi ulang Trans Pacific Partnership (TPP) bila ia jadi presiden Amerika Serikat. Bila kemudian Amerika Serikat sebagai negara utama penyokong Trans Pacific Partnership (TPP) hengkang dari Trans Pacific Partnership (TPP), maka fakta dagang tersebut hampir dipastikan juga akan bubar dengan sendirinya. Kemudian karenanya Indonesia mungkin tidak akan pernah bergabung dengan (TPP) yang mungkin akan bubar.

Kedua adalah peluang ekspor ke Amerika Serikat yang akan semakin kecil. Ini kedengarannya seperti musibah bagi dunia industri kita, terutama mereka yang tergantung pada ekspor ke Amerika Serikat sebagai pasarnya.

Tetapi bagi dunia UMKM, hal ini justru berpotensi menjadi berkah.

Kenapa?

Dengan melesunya ekspor ke Amerika Serikat seiring dengan kebijakan protektif Trump, justru pemerintah Indonesia akan bisa lebih fokus untuk menumbuhkan dunia UMKM. Kenapa pilihannya adalah UMKM? Karena proporsi gross domestic product (GDP) kita 80 persen didominasi oleh konsumsi domestik. Artinya, sebenarnya pertumbuhan ekonomi kita tidak terlalu dipengaruhi oleh nilai ekspor, termasuk ekspor ke Amerika Serikat sebagai negara tujuan ekspor terbesar kita.

Dengan mengoptimalkan UMKM dan sekaligus menjaga daya beli masyarakat, kita optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun mendatang masih bisa di atas angka 4 atau 5 persen (dengan catatan tidak ada represi global seperti krisis ekonomi dunia dan seterusnya).

Beberapa kebijakan pemerintah seperti yang dikeluarkan belakangan oleh Presiden Jokowi membuat kita optimistis bahwa UMraconteur-the-digital-economy-cover-cropKM ke depan akan semakin tumbuh. Setidaknya ada 2 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi yang didesain untuk mendukung dunia UMKM, yakni PKE ke 11 dan PKE ke 12. Bahkan terakhir, minggu lalu, Presiden Jokowi kembali mengeluarkan PKE ke-14 yang fokus pada digitalisasi ekonomi. Ekonomi digital ini kedepan akan semakin membuat UMKM kita optimistik dan berdaya saing.

Semoga!

Tim Pewarta BMU Nusantara

Sumber Gambar

admin

Bina Mitra Usaha Nusantara - Business Development Services Provider

One thought on “Kemenangan Trump dan UMKM Kita

  1. Masya Allah, ini beneran Mba Ira? Keren banget ya. Dan saya kok makin yakin bahwa orang Indonesia memang kreatif-kreatif ya. Bisa melihat celah/peluang untuk mengambil peran dan memulai inovasi untuk warga.Semoga makin banyak UMKM yang memakai Kioson.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>