06 Jun

IDE BISNIS agar tidak menguap

Barangkali bukan sesuatu yInfographic-Business-Ideas-Background-Vectorang baru kita denger bahwa banyak ide untuk mulai berbisnis, bahkan beberapa idenya sudah sangat spesifik dan terlihat menjanjikan, akan tetapi tak kunjung menjadi kenyataan. Apa yang membuat idenya menguap?
Ide bisnis menguap begitu saja biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, yang diantaranya :
  1. Nggak ada dorongan kuat dari si pemilik ide
  2. Nggak punya sumber daya yang mendukung
  3. Nggak punya waktu dan/atau uang untuk merealisasikannya; bahkan bagi yang sudah mulai menjalankan usaha, waktu, energi dan uang yang dikeluarkan untuk merealisasikan mimpinya berakhir seperti abu rokok, wuzz tertiup angin. (tinggal cerita & curcol dari satu ke tempat yang lain tanpa bereaksi untuk bangkit)
  4. Nggak fokus
  5. Dan seterusnya..dan seterusnya.

Mengkonversi ide menjadi bisnis yang nyata, feasible dan profitable itu bukan perkara mudah. Bahkan sangat sulit bagi sebagian (besar) orang. Karena kalau mudah, uda pasti banyak lapangan kerja di sektor UMKM dan tak perlu lagi pendamping-pendamping ekonomi masyarakat dan program-program kewirausahaan di negeri ini. Hehe..
Segelintir orang terlahir dengan bakat alami untuk berbisnis. Selebihnya tidak. Komitmen untuk melakukan learning by doing dan trial and learn dapat menentukan bisnis bisa terealisasi atau tidak. Banyak yang semacam ini ditemukan di lapangan dengan contextual business wisdom and practices yang beragam. Sense of business itu perlu diasah. Bagi yang tak biasa berbisnis, tantangannya adalah mengkristalisasikan visi dan keyakinan untuk merealisasikan ide bisnisnya. Terlebih, membangun jiwa/sikap/karakteristik wirausaha akan menjadi fondasi penting untuk menjadikan idenya menjadi kenyataan.
Beberapa tips untuk dapat merealisasikan ide bisnis:
  1. Percaya pada diri sendiri. Ini adalah kunci awal yang sangat penting untuk merealisasikan ide bisnismu. Kamu tidak akan pernah melangkah kemana-mana kalau kamu tidak percaya dengan konsekuensi-konsekuensi dari keputusan yang kamu ambil. Banyak orang gagal karena tantangan yang mereka hadapi berada diluar perkiraan mereka. Mereka kehilangan kepercayaan dan celakanya itu menjadi akhir dari perjalanan mereka dalam mengejar mimpi. Seberapa besar keyakinanmu pada dirimu sendiri dapat menjadi contributing factor seberapa jauh kamu dapat melangkah.
  2. Ciptakan atau cari mentor bisnismu. Belajarlah dari orang lain yang lebih dulu berpengalaman. Jangan berpikir bahwa kamu tau segalanya tentang ide bisnismu. Kamu butuh masukan, butuh business wisdom dari orang lain. Buka mata dan hati, dengarkan masukan orang lain!
  3. Biasakan dirimu dengan resiko bisnis. Resiko itu ibarat temen deket bagi pebisnis. Kamu harus menerima fakta ini. Karena jika tidak, mimpi dan ambisimu akan sia-sia. Saat rencanamu tidak berjalan sesuai harapan, fokuslah pada misimu dan jangan biarkan hal tersebut menghalangimu untuk merealisasikan ide bisnismu. Jangan gampang baper keleus!
  4. Ekstra sabar. Berkompromi itu pilihan lho, bukan pengorbanan. Jangan terlalu menekan dirimu sendiri untuk segera merealisasikan ide bisnismu. Beri ruang dan apresiasi pada dirimu sendiri atas proses yang telah kamu tempuh dan berdamailah dengan situasi itu. Banyak orang biasanya terburu-buru untuk mencapai apa yang mereka inginkan dan berakhir dengan keputusan buruk, menyerah pada keadaan.
  5. Belajarlah untuk menjual “visimu”. Untuk merealisasikan idemu, kamu perlu membuat orang lain percaya dan memahami idemu. Jelaskan apa keunikan idemu dan bagaimana nantinya ide tersebut akan menghasilkan uang. Hal yang paling mendasar untuk bisa menarik perhatian orang lain adalah bagaimana kamu menyederhanakan visi dari idemu. Semakin mudah dimengerti orang, semakin besar peluangmu untuk merealisasikan ide bisnismu! Belajarlah untuk menjual ide dan visimu kepada orang lain. Yakinkan mereka!
  6. Jaga semangatmu untuk mengejar mimpi. Ketika kamu sangat antusias dengan apa yang kamu lakukan, biasanya itu akan membuatmu dapat melihat segala kemungkinan dan peluang. The law of attractions (hukum tarik-menarik) berlaku. Apa yang kamu yakini akan membuka peluang untuk membuatnya menjadi kenyataan. What you believe, you become.
  7. Ingat tujuanmu: merealisasikan ide bisnis! Ide bisnismu itu punya tujuan dan makna. Karena jika tidak, maka semangatmu akan gampang kempes dan biasanya yang akan muncul kemudian adalah excuse demi excuse atas tidak terealisasinya ide bisnis yang kamu miliki. Para pengusaha itu punya passion dan mereka selalu percaya dengan apa yang mereka kerjakan. Karena jika tidak, maka bersiaplah untuk gagal. Kamu harus berkomitmen pada dirimu sendiri! Tujuanmu adalah percaya pada ide bisnismu dan membuat orang lain juga merasakan hal yang sama.
  8. Fokus pada progress. Coba kenali sumber daya yang kamu miliki dan bangun relasimu. Berjejaring dan “berbagi” sumber daya dapat meningkatkan peluangmu untuk merealisasikan ide bisnis. Menciptakan momentum seperti ini merupakan hal kritis untuk mengkonversi idemu menjadi kenyataan.
  9. Jangan jatuh cinta pada satu ide, kembangkan! Jangan cepat puas. Kamu punya kesempatan untuk mengembangkan ide bisnismu. Tantang dirimu sendiri dan banyak gaul untuk membuat idemu semakin baik. Saya pikir nggak ada yang meragukan Steve Jobs dengan inovasi-inovasinya yang terus-menerus melakukan perbaikan.
  10. Jaga keseimbangan hidupmu! Meski kamu pintar, sangat bersemangat dan fokus untuk merealisasikan ide bisnismu, tanpa keseimbangan hidup, semangatmu rentan menguap. Merealisasikan ide bisnis itu seperti lari maraton, bukan sprint! Ciptakan ruang untuk “bernapas dan istirahat”, atur ritme dan biarkan kreativitasmu berkembang.
Semoga ide bisnismu bisa menjadi kenyataan!
Sumber Gambar: http://7428.net/tag/idea

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

3 thoughts on “IDE BISNIS agar tidak menguap

  1. Pingback: Mencari Ide Bisnis itu MUDAH! - BMU Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.