Financial Education for Migration

TKI sephiaBanyak pekerja migran Indonesia, yang mayoritas adalah pekerja rumah tangga, masih terus mengalami bentuk-bentuk perdagangan dan perbudakan manusia dan kerja paksa seperti debt-bondage, kekerasan di tempat kerja, pelecehan, penganiayaan, pelecehan seksual, dll. Di sisi lain, kurangnya sumber pendapatan dan lapangan kerja lokal telah menyebabkan buruh migran dan anggota keluarga mereka pergi ke luar negeri untuk migrasi ekonomi. Dengan harapan besar terhadap peningkatan kualitas hidup dan situasi ekonomi, pekerja migran yang tidak memiliki keahlian bergantung kepada ‘belas kasih’ Majikannya karena kebanyakan dari mereka dikategorikan pekerja informal dan diluar sistem perlindungan hukum. Ironisnya, mayoritas mantan pekerja migran tidak bisa bergerak dari kesulitan hidup mereka: mereka masih miskin tanpa ada perencanaan yang lebih baik untuk mengelola pendapatan yang diperoleh di Luar Negeri.

Bekerja di Luar Negeri saat ini menjadi pilihan yang cukup banyak bagi masyarakat Indonesia. Namun peningkatan mobilitas  BMI untuk bekerja di Luar Negeri ini tidak diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan bagi BMI sendiri termasuk keluarganya.

Menyadari bahwa pekerja migran masih memiliki pemahaman yang buruk terhadap layanan dan akses keuangan, International Labour Organization (ILO) mengembangkan program Pengelolaan Keuangan untuk pekerja migran dan Keluarganya. Program ini akan secara langsung bekerjasama dengan Organisasi-organisasi berbasis migran (NGOs dan PPTKIS) serta pemerintah dalam rangka untuk secara berkelanjutan memberikan bantuan langsung kepada pekerja migran dan keluarga mereka pada jasa dan akses keuangan serta sebagai perencanaan dan manajemen pendapatan.

Selanjutnya, pada tingkat organisasi, para calon pelatih akan didorong untuk menguasai keterampilan fasilitasi Pengelolaan Keuangan yang pada gilirannya mungkin akan berfungsi sebagai pendidikan keuangan/penyedia pelatihan bagi pekerja migran dan keluarganya. Akibatnya, penerima manfaat dari program ini akan dua kali lipat: pekerja migran dan keluarga sebagai penerima manfaat langsung, dan organisasi yang bekerja sama sebagai penerima dukungan institusional.

One thought on “Financial Education for Migration

  1. saya pernah menjadi pendamping TKI bentukan KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI selama dua tahun, jika ada kesempatan untuk ikut training ini saya sangat senang, tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>