28 Aug

Pendamping UMKM: Akankah Tergeser Profesi ini di Jaman Revolusi industri 4.0?

37C98EA9-12E4-47A7-A4B7-189FDCE9F41C

Pendamping usaha atau pendamping UMKM rasanya sudah bukan sesuatu yang asing di telinga banyak orang. Tidak sedikit orang menekuni profesi ini dan bahkan menjadi sumber mata pencaharian sehari-hari. Beragam pihak yang membutuhkan jasa pekerjaan ini, terlepas status keprofesiannya yang masih arbitrer mengenai kompetensinya. Bergantung siapa yang akan menggunakan jasanya. Setiap pengguna jasa menentukan sendiri kriteria dan kualifikasi pendamping yang dibutuhkan. Belum baku.

Saya pribadi tidak tahu sejak kapan kata “pendamping” (orangnya) atau “pendampingan” (kegiatannya) itu mulai digunakan. Saya pernah browsing untuk menggali apa itu pendamping atau pendampingan secara definitif. Namun, mbah gugel nyatanya belum punya definisi yang spesifik yang bisa digunakan sebagai acuan. Setidaknya untuk pendamping usaha atau UMKM. Sekali lagi, arbitrer.

5174C515-C644-4633-A0B6-C792C8C9EE91

Ilustrasi pendampingan

Saya sudah lama ingin menuliskan hal ini. Bukan tanpa alasan. Diantaranya, setiap tahun selalu ada rekrutmen pendamping dari berbagai lembaga pemerintah. Lembaga non-pemerintah pun demikian. Beda istilah saja. Kalau non-pemerintah biasanya menyebutnya “fasilitator lokal”. Ini menandakan bahwa profesi ini dibutuhkan oleh banyak pihak. Cuma pertanyaannya, sudah seberapa efektif? Sudah seberapa kompetitif pendampingnya? Apa cuma dianggap aji mumpung saja dan mengandalkan program pemerintah?  Kalau Non Pemerintah (swasta atau NGO) yang akan merekrut pendampingnya, sudahkah masuk kualifikasi dan pengalamannya?  Read More

26 Jul

Social Enterprise bagi CSO? Ikuti event ini!

Civil Society Organisations (CSO) seringkali bergantung pada dukungan dari donor (dana hibah) atau donasi sebagai sumber utama pendapatan mereka. Di sisi lain, banyak dari sumber-sumber dana ini yang disalurkan ke Indonesia mulai menurun. CSO harus mencari solusi bagaimana cara untuk dapat menjadi organisasi yang berkelanjutan.

Sejak 2013, British Council telah memulai serangkaian lokakarya untuk berdiskusi dengan banyak CSO tentang bagaimana bertransformasi menjadi usaha sosial sebagai salah satu alternatif solusi bagi CSO untuk tetap bisa berjalan secara berkelanjutan.

Selain itu, selama sembilan tahun terakhir, British Council telah memberikan program pelatihan kepemimpinan sosial bernama Active Citizens, yang mempromosikan dialog antar budaya dan pengembangan sosial berbasis masyarakat. Berdasarkan program ini, British Council bekerja sama dengan Sosial Enterprise Academy, mengembangkan program serupa yang bertujuan untuk mengembangkan dan mendukung usaha sosial, yang dinamakan Active Citizens Social Enterprise.

377BC1F1-D610-4B9E-AD4D-88144BFEA349

 

 

 

 

 

 

 

British Council Indonesia telah menjalankan Active Citizens Social Enterprise (ACSE) sejak Oktober 2015 untuk membantu dan mendukung pemimpin usaha sosial menciptakan dampak sosial, lingkungan dan budaya yang berkelanjutan di seluruh dunia.

Sehubungan dengan hal itu, British Council akan mengadakan Lokakarya Active Citizens Social Enteprise untuk CSO pada tanggal 27-31 Agustus 2019 di Jakarta.

Tujuan Pelatihan

  1. Meningkatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip utama dari Kewirausahaan Sosial dan perannya dalam pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
  2. Meningkatkan pemahaman elemen utama dari wirausaha sosial yang berkelanjutan.
  3. Meningkatkan pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi wirausaha sosial serta bagaimana merespon tantangan tersebut.
  4. Memperkuat kapasitas untuk berkomunikasi dan membangun hubungan yang kuat dengan yang lain; membangun tim dan memanfaatkan keragaman dan perbedaan untuk mengembangkan usaha sosial mereka.
  5. Meningkatkan kapasitas mereka untuk bersinergi, terlibat dan berkoordinasi antara organisasi mereka di komunitas lokal.
  6. Memahami kewirausahaan sosial sebagai opsi untuk keberlanjutan organisasi dalam mencapai misi sosial mereka dan bisa menerapkan konsep kewirausahaan sosial untuk memastikan organisasi berkelanjutan.

Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk Civil Society Organisation (CSO) yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Tertarik dengan kewirausahaan sosial dan memiliki rencana bagaimana usaha sosial dapat menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kinerja CSO.
  2. Memiliki komitmen tinggi bersama dengan organisasi/institusi masing-masing untuk menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan sosial dalam organisasi, meneruskan materi lokakarya ini ke masyarakat setelah pelatihan selesai, bersama-sama dengan British Council.
  3. Perwakilan CSO yang berpartisipasi dalam lokakarya adalah pengambil keputusan (contoh direktur, staf senior atau dewan). Setiap CSO dapat mengirimkan maksimal satu orang perwakilan.

Pendaftaran

Karena keterbatasan tempat dan agar pelatihan berjalan efektif, peserta akan diseleksi maksimal untuk 30 peserta. Silakan mengisi formulir pendaftaran di sini (Google Form)

Aplikasi ditutup Selasa, 6 Agustus 2019, 23:59 WIB. British Council hanya akan menghubungi peserta yang terpilih selambat-lambatnya Rabu, 14 Agustus 2019.

Catatan

  1. British Council akan memilih peserta berdasarkan pertimbangan British Council, formulir aplikasi dan ketersediaan kursi pada saat lokakarya.
  2. British Council akan menyeleksi maksimal 30 peserta untuk mengikuti pelatihan ini.
  3. British Council tidak menyediakan fasilitas transportasi (pesawat, kereta atau kendaraan, dll) menuju dan dari Jakarta, lokasi lokakarya.
  4. Untuk peserta yang berdomisili dari luar Jakarta, British Council akan menyediakan akomodasi twin-share selama durasi lokakarya

tulisan ini direpost dari website British Council Indonesia

01 Dec

3 Tips AMPUH Merealisasikan RENCANA BISNIS

alasan-memulai-bisnis-sendiriHalo Entrepreneurs!

Apa kabar ide bisnis, temen-temen? Langkah apa saja temen-temen lakukan kemarin? Ada kabar baik apa dari hari kemarin?

Memulai bisnis itu itu penuh dengan tantangan dan sangat dinamis sekali. Tapi itu bukan alasan untuk mundur teratur dan menjadikan kita ciut untuk terus melangkah. Nasi sudah menjadi bubur. Tegakkan kepala, lihat ke depan dan mantapkan langkah temen-temen kembali untuk melanjutkan estafet perjalanan bisnis. Bukankah di awal-awal temen-temen begitu bersemangat untuk berbisnis? Ini saatnya untuk menegakkan kembali tonggak sejarah bisnismu, Anak Muda!

Apa yang mesti dilakukan hari ini? Berikut 3 tips sederhana yang semoga dapat mengembalikan temen-temen pada jalur yang semestinya dan semangat lagi untuk menemukan ritme yang sempet pudar.

Read More

06 Jun

IDE BISNIS agar tidak menguap

Barangkali bukan sesuatu yInfographic-Business-Ideas-Background-Vectorang baru kita denger bahwa banyak ide untuk mulai berbisnis, bahkan beberapa idenya sudah sangat spesifik dan terlihat menjanjikan, akan tetapi tak kunjung menjadi kenyataan. Apa yang membuat idenya menguap?
Ide bisnis menguap begitu saja biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, yang diantaranya :
  1. Nggak ada dorongan kuat dari si pemilik ide
  2. Nggak punya sumber daya yang mendukung
  3. Nggak punya waktu dan/atau uang untuk merealisasikannya; bahkan bagi yang sudah mulai menjalankan usaha, waktu, energi dan uang yang dikeluarkan untuk merealisasikan mimpinya berakhir seperti abu rokok, wuzz tertiup angin. (tinggal cerita & curcol dari satu ke tempat yang lain tanpa bereaksi untuk bangkit)
  4. Nggak fokus
  5. Dan seterusnya..dan seterusnya.

Read More

27 Apr

Raisa dan Masa Depan Kekinian Bangsa

RaisaMungkin judul di atas terlalu berlebihan bagi sebagian Anda. Sementara sebagian yang lain mungkin menilai judul di atas tidak berkorelasi dan terlalu dipaksakan. Sisanya, bisa ditebak, menilai judul di atas terlalu seronok yang ditulis dalam kondisi mabuk atau mood yang sedang jelek.

Tapi bagi penulis, tentu ada argumentasi yang dinilai cukup kuat untuk merajut tali mengkait antar objek yang diangkat kedalam judul tulisan ini.

Ya. Kenapa Raisa? Jawab penulis simpel, “kenapa tidak?”

Kenapa dikaitkan dengan masa depan bangsa?, lagi-lagi jawabnya “kenapa juga tidak?”

Bentar ya…
Mari kita nikmati tulisan ini dengan seruputan hangatnya secangkir kopi  ☕

Read More

25 Nov

SYGB ILO: Seorang Pengusaha Muda Go Green

Praktek bisnis yang baik harus mempertimbangkan tidak hanya aspek keuntungan (profit), tapi juga lingkungan (planet) dan sosial (people).

BANDUNG, IndoIlhamnesia – Ilham Rhamanda barangkali salah satu orang yang paling berbahagia di Bandung. Sebagai seorang pengusaha muda yang sukses, dia bersama saudaranya mendirikan sebuah perusahaan konveksi pakaian olahraga, dengan reputasi desain yang orisinil. Mereka mempekerjakan 12 karyawan dan men-supply sejumlah toko perbelanjaan di kota Bandung, ibukota Jawa Barat. Akan tetapi, kondisi ini tidak lantas membuat Ilham (34), ayah dari seorang putri yang berusia 2 tahun ini, puas begitu saja.

Ilham melihat limbah air yang mengalir dari tempat kerjanya (workshop) ke lingkungan sekitar. Dia menyadari bahwa perusahaan konveksi pakaian olahraganya, seperti halnya usaha kecil dan menengah (UKM) lainnya di Bandung, di satu sisi berkembang, akan tetapi, di sisi lain berdampak pada kualitas lingkungan, menghasilkan sejumlah limbah, sampah dan polusi industri. Namun demikian, untuk menjadikan bisnisnya menghasilkan keuntungan dan juga ramah lingkungan, bagi Ilham, seperti sebuah puzzle pada saat itu.

Read More

21 Apr

Usaha Mikro yang Bankable

01. kredit bagi pelaku usaha mikro

Indonesia adalah surganya usaha mikro. Betapa tidak, ribuan bahkan jutaan pelaku usaha mikro di negeri ini tumbuh subur seolah tidak peduli dengan kondisi makro ekonomi yang selalu dibayang-bayangi skenario global. Penulis mengistilahkan bisnis mikro adalah bisnis yang tak ada matinya dan bisnis yang tahan banting. Sejarah mencatat, guncangan ekonomi Asia di era 98 yang berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Indonesia secara global, tidak berdampak langsung terhadap para pelaku usaha mikro. Begitu juga krisis ekonomi pada dekade berikutnya di tahun 2008, pelaku usaha mikro tetap bertahan bahkan tidak sedikit dari mereka yang beranjak ke level usaha kecil dan menengah (Small Middle Enterprises). Mereka tetap berdagang di lapak-lapak dan kios-kios pasar tradisional. Kita masih tetap bisa temui eksistensi mereka disetiap sudut kampung dan sekitaran pangkalan ojek.

Sayangnya ketahanan bisnis mikro selalu dibayang-bayangi oleh tantangan laten, mulai dari kompetensi pengelolaan dan managemen bisnis, keterbatasan modal serta minimnya akses mendapatkan modal dari Bank dan Lembaga Keuangan. Banyaknya program-program Pemerintah dalam menumbuhkan usaha mikro di Indonesia, terutama kebutuhan modal, tidak dibarengi dengan access knowledge. Yakni bagaimana pemahaman mendapatkan akses modal selanjutnya, terutama setelah program suntikan modal dari pemerintah rampung? Hal ini penulis rasa penting bagaimana mendidik para pelaku usaha mikro memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bank dan Lembaga Keuangan secara umum. Di sisi lain, penting juga memberikan akses kepada para pelaku usaha mikro untuk memiliki beragam pilihan dan alternatif produk-produk kredit/pinjaman dari Bank yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usaha debitur. Minimnya pemahaman terhadap dua hal di atas akan menjadi masalah bagi para pelaku usaha mikro dalam meningkatkan kapasitas usahanya.

Read More

15 Apr

9 Sisi Lain tentang Entrepreneur

entrepreneurEntrepreneur melakukan apa yang ingin mereka lakukan karena orang lain tidak akan memahaminya – kecuali mereka juga Entrepreneur.

Berwirausaha itu sebenarnya menyenangkan. Suka-duka dalam menjalankan usaha itu hanyalah dinamika proses. Karakteristik wirausaha dapat dibangun dan dilatih. Mungkin bagi sebagian orang, mereka merasa bahwa jiwa Entrepreneur itu adalah bawaan turun-temurun meskipun tak dapat dipungkiri bahwa terkadang ada rasa ragu, cemas, putus asa yang mungkin setiap Entrepreneur rasakan.

Lalu mengapa para Entrepreneur itu mau menghadapi situasi rentan, emosi yang naik-turun dan resiko gagal?

Jawabannya mudah. Bagi para Entrepreneur itu:

Read More