01 Dec

3 Tips AMPUH Merealisasikan RENCANA BISNIS

alasan-memulai-bisnis-sendiriHalo Entrepreneurs!

Apa kabar ide bisnis, temen-temen? Langkah apa saja temen-temen lakukan kemarin? Ada kabar baik apa dari hari kemarin?

Memulai bisnis itu itu penuh dengan tantangan dan sangat dinamis sekali. Tapi itu bukan alasan untuk mundur teratur dan menjadikan kita ciut untuk terus melangkah. Nasi sudah menjadi bubur. Tegakkan kepala, lihat ke depan dan mantapkan langkah temen-temen kembali untuk melanjutkan estafet perjalanan bisnis. Bukankah di awal-awal temen-temen begitu bersemangat untuk berbisnis? Ini saatnya untuk menegakkan kembali tonggak sejarah bisnismu, Anak Muda!

Apa yang mesti dilakukan hari ini? Berikut 3 tips sederhana yang semoga dapat mengembalikan temen-temen pada jalur yang semestinya dan semangat lagi untuk menemukan ritme yang sempet pudar.

Read More

28 Nov

10 Tips Membangun Bisnis Langgeng

Memiliki pekerjaan saja tidak cukup. Beberapa orang bahkan masih terjebak dalam lingkaran pendapatan yang segitu-gitu saja dan tak kunjung dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka. Permasalahannya sederhana, diantaranya pendapatan yang rendah, pekerjaan dan pemasukan yang tidak rutin, dan lapangan pekerjaan yang tidak dapat menyerap riwayat pengalaman bekerja maupun latar belakang pendidikan yang dimiliki, yang pada akhirnya mereka dihadapkan pada 2 pilihan terakhir: bekerja serabutan dengan jam bekerja yang sangat panjang atau berpikir untuk memulai usaha.

stock-vector-change-career-directions-employee-entrepreneur-street-direction-sign-204169891

Bekerja atau berwirausaha?

Pilihan memulai usaha terlihat lebih praktis dan sebagian orang beranggapan bahwa dengan berwirausaha mereka dapat memiliki waktu kerja yang lebih leluasa dan potensi pendapatan yang tak terbatas. Sayangnya, 2 harapan tersebut juga yang makin menenggelamkan mereka pada situasi yang lebih parah. Rencana usaha tak kunjung terealisasi, usaha berjalan tidak sesuai harapan, waktu dan energi yang dihabiskan untuk merintis usaha ternyata lebih besar effortnya daripada bekerja serabutan. Dampaknya pun kira-kira sejalan: kehilangan pekerjaan sebelumnya dan kondisi keuangan menjadi semakin terjerembab pada batas yang sangat mengkhawatirkan. Bagi orang yang sudah punya tanggungan keluarga, kondisi ini memicu ripple effect (efek riak) yang luar biasa. Ternyata, berwirausaha itu tidak semudah yang dibayangkan!

Lantas, apa yang mesti dipertimbangkan untuk membangun usaha yang langgeng? Ada beberapa hal mendasar yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan probabilitas keberlanjutan usaha yang memiliki daya saing dan profitable. Saya akan membagi fase usaha menjadi 3 tahapan utama: mencari ide bisnis, memulai bisnis dan mengelola bisnis. Mari kita ulik bersama apa saja hal-hal mendasar yang mesti kita perhatikan pada masing-masing fase sambil menikmati secangkir kopi.

Read More

16 Nov

Kemenangan Trump dan UMKM Kita

Minggu lalu, perhatian masyarakat internasional goncang dengan apa yang terjadi pada perpolitikan Amerika Serikat. Secara mengejutkan, Donald Trump yang sedari awal tidak pernah diunggulkan (bahkan di partai pengusungnya sendiri) secara mengejutkan bisa memenangi Pemilu Presiden Amerika Serikat 2016. Trump adalah sosok yang penuh kontroversi dan acapkali mengeluarkan pernyataan yang tidak enak didengarkan. Trump juga sangat kontroversial dengan sikap anti imigran, pelecehan seksual dan seringkali melontarkan pernyataan yamg rasis dan bahkan anti Islam.

Nah apakah memang ada kaitainnya antara kemenangan Trump dengan masa depan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kita, setidaknya untuk 4 tahun kedepan?

Setidaknya ada dua faktor utama yang justru kemenangan Donald Trump di Amerika Serikat menjadi berkah bagi dunia UMKM di Indonesia.

Masa sih?

Read More

01 Nov

Kebutuhan dan Peluang Usaha

rumah-banten-sandang-pangan-papanKebutuhan adalah hasrat dasar keinginan manusia. Ini merupakan kodrat yang di berikan Tuhan kepada manusia. Kebutuhan datangnya dari rasa keinginan setiap individu. Begitu banyaknya manusia sehingga tiap-tiap individu juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda pula. Karenanya menjadi wajar jika seseorang mempunyai kebutuhan karena memang didorong oleh rasa keinginan yang ia miliki. Bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut. Di artikel ini saya belum akan membedakan apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan.

Read More

05 Oct

Mencari Ide Bisnis itu MUDAH!

“Ide bisnis apa yang bagus saat ini?”

“Bisnis apa enaknya sekarang ya?”

“Ada ide untuk berbisnis?”

ide-bisnisTak jarang saya mendapat pertanyaan di atas. Wajar kali ya..karena kegiatan saya salah satunya adalah memfasilitasi pelatihan bagaimana memulai usaha atau mengembangkan usaha. Hehe..tapi sayangnya tak jarang pula pertanyaan seperti itu membuat saya mengernyitkan dahi. Pertama, karena saya benar-benar tidak tahu apakah ide yang sedang trending saat ini di daerah tertentu juga bisa diduplikasi di daerah lain dengan mudah? Kedua, karena bagi saya yang terpenting adalah mendorong ide bisnis agar lebih cepat terealisasi, maka ide bisnis bisa didasarkan pada kebutuhan masyarakat lokal yang belum terpenuhi, atau potensi lokal yang masih belum dikonversi menjadi komoditas atau jasa bisnis. Untuk menjawab hal kedua itu, pastinya yang lebih tahu adalah orang yang menyampaikan pertanyaan di atas. Yakni Anda. Ya, Anda-lah yang seharusnya yang lebih tahu kebutuhan masyarakat setempat yang belum terpenuhi atau potensi di daerah Anda yang bisa dijadikan peluang bisnis.

Read More

28 Sep

Kerupuk Artis: Sebuah Strategi Pemasaran

Masih ingat dengan Pedagang “Kerupuk Artis” asal Cililin Kabupaten Bandung dari wilayah Garut yang menjadi trending topik di sebagian sosmed sekarang ini..??

Mungkin dari sebagian kita yang telah melihat dan karenanya masih terngiang!

kerupuk-artisDengan logat sunda yang kental dalam menjual kerupuk yang dinamakan “Kerupuk Artis”, si penjual membuat plesetan yang diambil dari nama artis sebagai bodoran-bodoran atau lelucon dalam gaya sundawi. Seperti yang kita lihat di Sosmed, si penjual ini ternyata bukan saja berhasil menjual kerupuknya, tetapi ia juga sekaligus berhasil menjadi seorang entertainer yang dapat menghibur orang yang melihatnya.

Sampai di sini, kita bisa lihat bagaimana gaya bahasa dan cara penyampaian produk yang unik dapat menjadi suatu nilai tambah dari produk atau jasa.

Read More

21 Sep

Fasilitasi dan Pendulang Suara

Seorang rekan kerja memberikan tantangan kepada saya. Ia meminta saya untuk membantu pemenangan Pilkada seorang calon Bupati. Saya kaget tak kepalang. Ini tidak pernah terpikir dalam benak saya. Saya tidak memiliki latar belakang apapun dalam hal ini. Berhadapan dengan segelintir orang saja masih pengalaman baru, apalagi membantu pemenangan Pilkada yang tentu akan berhadapan dengan banyak orang. Kan pendekatan Pilkada adalah mendulang suara sebanyak-banyaknya .

img-20150902-wa0010

Kebetulan tempatnya di sebuah Kabupaten di ujung Sumatera yang mengharuskan saya melewati Selat Sunda, tepatnya di Lampung. Saya tadinya tidak yakin sama sekali bisa take a part dalam tantangan ini. Si rekan kerja tersebut membisikkan bahwa tugas saya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat pemilih. Nah… semakin gelap kan? Aku mah apa atuh, hanya tahu dunia pelatihan, itu pun masih baru beberapa belas bulan, dan baru beberapa tema pelatihan yang saya kuasai. Setelah si Rekan tersebut menerangkan lebih lanjut bahwa tugas saya adalah memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat pemilih, lalu saya ambil tawaran tersebut! Ini gile…bagi saya .

Read More

01 Aug

Menjadi Kekinian dengan Pengelolaan Keuangan yang Sehat

Gaji Andri Rp. 21 Juta, Pengeluaran Rp. 100 Juta

PAsakBegitulah kira-kira bunyi petikan judul Koran Kompas (29/07/2016). Andri yang disebutkan dalam judul itu adalah mantan Kepala Subdirektorat Kasasi Perdata Mahkamah Agung yang tersandung perkara korupsi dengan dugaan telah menerima uang suap sebesar Rp. 400 Juta. Namun, saya tidak akan mengulik secara spesifik tentang kasus yang tengah diselidiki oleh KPK tersebut karena hal tersebut bukan expertise saya, Akan tetapi, judul tersebut telah menginspirasi saya untuk membuat tulisan ringan agar tidak terjebak dalam kondisi yang dialami Andri hingga harus menerima suap guna mencukupi pengeluarannya.

Lebih Besar Pasak daripada Tiang. Peribahasa yang pas untuk menggambarkan kondisi diatas; suatu kondisi dimana pengeluaran kita lebih besar dari pemasukan kita. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Andri saja. Saya juga sering menemui hal semacam ini ketika memfasilitasi pelatihan Pengelolaan Keuangan untuk Keluarga. Kondisinya beragam. Ada yang bilang nyari sumber pemasukan tambahan susah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengimbangi pengeluaran. Ada yang terjebak hutang tak berkesudahan. Ada yang tak bisa menahan godaan keinginan hingga yang paling parah adalah agar bisa disebut kekinian dan terlihat keren di mata orang lain!

Hasil riset yang dilakukan oleh Kadence Internasional pada tahun 2015 menyatakan bahwa 28% orang Indonesia memiliki kebiasaan gaya hidup konsumtif yang tidak sehat alias pengeluaran mereka lebih besar daripada pemasukannya. Persentase yang cukup mencengangkan, hampir ¼ masyarakat kita boros dalam membelanjakan uang! Menurut saya semuanya akan bermuara pada satu hal: kita tidak bisa mengelola keuangan kita dengan baik. Lantas bagaimana sebaiknya agar pengeluaran kita tidak lebih besar daripada pemasukan? Mari kita simak bersama sambil menikmati kopi.

 

#1 Hitung Pemasukan dalam Satu Bulan. Dalam pelatihan pengelolaan keuangan yang saya fasilitasikan, peserta sering menyebutkan “kira-kira” ketika ditanya berapa pemasukan bersih mereka dalam sebulan setelah dipotong biaya-biaya. Mungkin juga Anda yang membaca tulisan ini akan mengatakan hal yang sama ketika saya tanya berapa pemasukan bersih Anda dalam sebulan. Hayo ngaku! Jika Anda belum mengetahuinya, maka sebaiknya Anda harus mulai berhitung untuk mengetahui posisi keuangan Anda setiap bulannya agar lebih mudah dalam menyusun Anggaran bulanan nantinya.

#2 Hitung Pengeluaran Bulanan. Berbeda dengan menghitung pemasukan, kalau sudah menyangkut pengeluaran, biasanya peserta pelatihan lebih fasih dalam menuliskan daftar pengeluaran. Haha..pokoknya kalau urusan membelanjakan uang, paling cepet ngitungnya sampai tau-tau minus aja di Saldo Anggaran. Nah..teman-teman, membuat daftar pengeluaran dan jumlahnya dalam satu bulan itu sangat penting karena akan membantu kita mengidentifikasi kebutuhan pokok dan menganalisa pengeluaran yang masih bisa ditunda sehingga kamu bisa menabung. Bagaimana caranya? Tulislah secara rinci daftar pengeluaran beserta jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin rinci, semakin baik.

#3 Buatlah Anggaran. Nah..ini adalah cara sederhana tapi paling efektif untuk merencanakan keuangan kamu agar tidak minus. Bagi yang belum terbiasa menyusun anggaran dan punya kebiasaan boros, biasanya akan repot tembel sana tembel sini dalam menerapkannya. Tapi menurut saya itu lebih baik karena dengan begitu dia secara perlahan menyadari kondisi keuangannya yang tidak sehat. Tidak mudah memang, tapi kamu harus mulai mencobanya jika ingin memperbaiki kondisi keuangan keluargamu.

Susun anggaranmu dengan cermat dan masuk akal. Jangan sampai karena pengen hemat sampai harus makan nasi sama kerupuk dan sambel saja! Hehe..hematlah secara perlahan-lahan. Bila kamu mematuhi anggaran yang dibuat dan berhasil melakukan penghematan, hargailah upaya tersebut reward-reward tertentu yang membuat kamu lebih bersemangat menjalankan anggaran yang telah dibuat.

#4 Analisa Kebiasaanmu dalam Membelanjakan Uang. Setelah kamu mulai menyusun anggaran, mulailah dengan mencatat setiap pengeluaran yang kamu buat. Cara ini akan membantu kamu dalam mengetahui dan menganalisa kebiasaan kamu dalam membelanjakan uang. Dalam satu bulan pencatatan, kamu bisa membandingkannya dengan anggaran yang telah dibikin dan menilai item-item mana yang tidak berjalan dengan baik.

#5 Mulai Berhemat dan Biasakan. Berhemat itu penting karena hal ini juga akan mempengaruhi kondisi keuangan kita. Akan tetapi, kamu ngga harus menderita untuk bisa berhemat. Hematlah secara bertahap dan terencana. Kamu bisa mulai dari hal-hal kecil yang terlihat mudah untuk dilakukan. Bukan berarti kamu ngga boleh belanja, tapi belanjalah secara cerdas. Untuk menjadi pebelanja yang cerdas, kamu bisa baca tulisan ini.

#6 Ganti kebiasaan Lama. Agar pengeluaran kamu tidak membengkak, tentu kamu harus berhemat. Berhemat artinya kamu harus mengubah kebiasaan lama dalam membelanjakan uang. Tentu awalnya tidak mudah. Contoh, kamu suka makan di warung/café/restoran. Maka kamu bisa ubah kebiasaan tersebut dengan makan di rumah. Biasa ngopi di luar diganti dengan membuat kopi sendiri di rumah. Tak perlu radikal mengubah kebiasaan lama, tapi perubahan incremental yang bisa secara konsisten kamu lakuin. Perlahan tapi pasti. Menjadi kekinian tidak harus mengorbankan kondisi keuangan kita bukan?

Selamat mencoba. Ada pengalaman lain atau tips?

Sumber foto: http://www.uangkartal.com/2016/01/besar-pasak-dari-pada-tiang.html