21 May

Pendampingan Masyarakat: Beberapa Tips

PendampinganPendampingan masyarakat, sebuah kalimat yang semakin hari semakin sering terdengar. Terlebih belakangan, pemerintah berencana menciptakan ribuan bahkan jutaan pendamping, terutama terkait dengan diimplementasikannya UU Desa. Apa sih pendampingan itu?  Pendampingan merupakan sebuah kegiatan berkelanjutan dalam memfasilitasi individu/kelompok/komunitas untuk mengembangkan diri mereka. Pendampingan lazim dilakukan dalam isu ekonomi, sosial, teknis, dan seterusnya sesuai dengan program instansi atau lembaga yang menjalankan program pendampingan tersebut. Idealnya, pendampingan itu merefleksikan kebersamaan atau kesejajaran antara pendamping dan yang didampingi.

Pertanyaannya, apakah menjadi mendampingi masyarakat itu merupakan sebuah PILIHAN atau KETERPAKSAAN? Pilihan karena panggilan jiwa yang merasa gerah dan terusik melihat masih banyaknya masyarakat kecil, saudara-saudara dan teman-teman yang belum berdaya. Atau…Keterpaksaan? karena kesulitan mencari kerja, sehingga mencoba mengisi lowongan menjadi pendamping masyarakat, lumayan buat menyambung hidup..lumayan bisa jalan-jalan ikut pelatihan gratis, bahkan diongkosi pula..hehe. Tapi saya yakin, banyak teman-teman pendamping memilih menjadi pendamping karena passion, kepedulian & peluang menjadi wirausaha sosial.

Read More

15 Jun

IFN – The Art & Science of Facilitation Workshop

brosur BMU webIndonesia Facilitator’s Network (IFN) Bandung, menyelenggarakan ‘The Art & Science of Facilitation’ Workshop, yang akan diselenggarakan di Aula Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Lembang, pada tanggal 21 Juni 2014, jam 09.00-16.00.

Workshop ini diadakan bertujuan untuk mengasah keterampilan fasilitasi:
– Pertemuan
– Workshop
– Kerja kelompok
– Proses pembelajaran partisipatif
– Komunikasi kelompok/antar pribadi
– Berbagai interaksi sosial lainnya.

Fasilitator adalah pihak netral yang membantu sekelompok orang berdiskusi, berkomunikasi berinteraksi dengan me-ngembangkan suasana nyaman, dinamis, dan produktif untuk bertukar pikiran, belajar, bersepakat dan bekerja bersama atau bergotong royong. Proses fasilitatif memungkinkan kerja sama bersumber dan ide partisipasi bersama ketimbang instruksi atau tekanan dari atas. Saat ini kerja fasilitasi meluas ke berbagai peran.

Read More

19 Apr

6 Topi Berpikir dalam Fasilitasi

six thinking hatsBanyak orang sukses berpikir dari sudut pandang yang positif dan sangat rasional. Namun, terkadang mereka gagal untuk melihat suatu permasalahan yang bersifat emosional, intuitif, sudut pandang kreatif ataupun negatif. Hal ini terjadi karena mereka mengabaikan kekuatan sebuah perencanaan; gagal membuat lompatan kreatif dan tidak membuat perencanaan terhadap hal-hal lain yang juga penting.

Demikian juga yang terjadi dengan orang yang pesimis; mereka terkadang terlalu defensif, dan orang-orang yang emosional juga gagal untuk membuat keputusan dengan tenang dan rasional. Emosi dan perasaan memainkan peranan penting dalam berpikir. Yang harus dilakukan bukan menyingkirkannya, melainkan menggunakannya pada saat yang tepat.

Jika kita melihat suatu permasalahan dengan teknik ‘Enam Topi Berpikir’ (De Bono, 1985), kita dapat melihat suatu permasalahan dengan menggunakan semua pendekatan. Keputusan dan rencana yang kita buat akan menggabungkan ambisi, keterampilan dalam mengeksekusi, sensitivitas publik, kreatifitas dan rencana terhadap segala kemungkinan dengan baik.

Bagaimana cara mengaplikasikannya?

Read More

17 Apr

Fasilitasi: Apa dan Mengapa?

Apa itu Fasilitasi?

lambangkerjasamaKata “fasilitasi” berasal dari bahasa Latin yang jika diterjemahkan secara sederhana adalah “memudahkan”. Seorang fasilitator, oleh karena itu, adalah seseorang yang menjadikan sesuatu menjadi mudah bagi orang lain. Lalu, bagaimana membedakan fasilitasi dengan layanan jasa profesional lainnya yang juga mungkin menjadikan sesuatu lebih mudah, seperti konsultasi, pelatihan, konseling maupun mediasi? Dan bagaimana fasilitasi berbeda dengan peran kepemimpinan kelompok, misalnya seperti memimpin suatu pertemuan? Untuk menjawab hal tersebut, penjelasan secara definitif barangkali dapat membantu mengelola harapan dari sisi klien, kelompok dan si fasilitator sendiri, dan tentunya untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Suatu definisi yang cukup panjang dan klasik pernah dituliskan oleh Roger Schwarz:

Read More

11 Apr

PERKENALAN: Pentingkah dalam Pertemuan Kelompok?

20140402_161556[1] “Perkenalan adalah investasi awal fasilitator dalam memfasilitasi suatu proses kelompok”

Setiap proses komunikasi yang melibatkan banyak orang selalu punya permulaan atau pengantar. Seringkali proses di awal itu (baca: pengantar) yang terjadi adalah sekedar acara seremonial sebelum masuk ke acara inti; tidak lebih dari sekedar sambutan-sambutan dan langsung ke pokok bahasan setelahnya. Kalau pengalaman anda, bagaimana? Pernah mengikuti suatu pertemuan yang semacam itu?

Naaah…dalam perspektif fasilitasi, mengelola proses kelompok itu diawali dengan proses perkenalan untuk menetralisir suasana. Prendiville (2008:28-29) menyebut proses awal itu sebagai forming; dimana anggota kelompok butuh rasa nyaman berada dalam kelompok tersebut dan merasa ‘aman’ untuk belajar dan berbagi informasi. Mengapa perlu perkenalan? Biasanya perilaku yang kita temui di awal dalam suatu (pertemuan) kelompok adalah mereka masih merasa malu, grogi, jaga image (jaim) dan cenderung untuk melakukan penilaian terhadap orang lain yang baru mereka kenal.

Read More

07 Apr

Apakah anda terampil mendengar?

Hearing_LossBila karir Anda biasa-biasa saja, produktivitas kerja menurun, merasa semakin terasing di kelompok kerja, pendapat tidak didengar oleh orang lain (termasuk di rumah, ketika bicara pada istri/ suami atau anak-anak sendiri) atau kurang percaya diri, semisal, ketika menyampaikan pendapat dalam rapat atau bertemu klien baru, ada baiknya Anda meninjau kembali kemampuan mendengar Anda.

Mendengar terampil sepertinya merupakan keterampilan lumrah yang tidak perlu diperhatikan. Namun, justru ketika dianggap sebagai “hal yang lumrah”,  kita sesungguhnya melupakan keterampilan itu.

Apakah Anda pendengar yang terampil? Berikut adalah hal-hal untuk menilainya.

Read More

15 Mar

Memanjangkan Telinga Partisipan

Human ear

Ada fasilitator yang hobi pakai mic (microphone), meski partisipannya kurang dari 40 orang. Katanya, supaya suaranya terdengar jelas.

Untuk sementara waktu, khususnya di awal percakapan, penggunaan mic memang membantu. Sewaktu kita menjelaskan tujuan dan tahapan pertemuan, suara yang keras dan jelas akan memudahkan partisipan memahami rencana percakapan sehingga dapat lebih mudah mengikuti proses selanjutnya.

Read More

15 Mar

Teknik Dasar: Mimicking

DSC_9057Yang dimaksud dengan mimicking di sini adalah teknik untuk menyelaraskan komunikasi nonverbal kita dengan lawan bicara. Bukan meniru-niru wajah, intonasi, gerak tangan dan lain-lain untuk mengejek lawan bicara. Tapi, dalam rangka menghargai dan menunjukkan kita memperhatikan bahkan mendalami dan meresapi pembicaraannya.

Dalam komunikasi berlaku hukum timbal balik. Kalau Anda ingin didengarkan orang, maka dengarkanlah baik-baik lawan bicara Anda. Kalau Anda ingin diperhatikan, maka perhatikanlah lawan bicara Anda.

Nah, mimicking berupaya untuk menunjukkan perhatian kita pada lawan bicara dengan menyelaraskan diri kita dengan lawan bicara. Kalau seorang ibu bicara dengan penuh keriangan atau kegembiraan, maka gembirakan hati Anda dan tunjukkan itu melalui mata, suara, mimik, gerak tangan, dan lainnya. Bila berhasil melakukan penyelarasan itu, maka Si Ibu juga akan menjadi semakin senang bercerita dan kemudian pada gilirannya, dia akan menjadi pendengar yang baik bagi Anda.

www.lapangankecil.org