20 Dec

Wujudkan Rencanamu dengan Kolaborasi

64AD09CE-87AA-4B25-94BB-ADB35B4A15DB2020 segera kita jelang. Dalam hitungan hari pergantian kalender masehi 2019 akan segera berakhir. Harapan baru dan resolusi untuk 2020 akan segera bangak kita baca di banyak timeline media sosial dan newsfeed portal berita online dan cetak.

Bersamaan dengan itu, sukacita perayaan pergantian tahun, musim liburan dan perayaan ibadah Natal bagi saudara kita yang beragama Kristen akan kita sambut bersama. Penghujung tahun 2019 akan menandai banyak pencapaian dan pembelajaran bagi kita semua. Momen refleksi.

Namun, ada yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana menyongsong tahun 2020 agar lebih baik. Seperti yang saya sebutkan di awal, akan banyak resolusi dan rencana dibuat untuk tahun 2020. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap orang seperti terhipnotis untuk berlomba-lomba menyusun rencana yang ingin dicapai di tahun baru nanti. Saya pun biasanya begitu. Hehe..

Read More

18 Dec

UMKM? JANGAN DIPELIHARA!

successful-financial-business-plan-report-concept-vector-illustration-dv65mt-clipart

Punya Usaha Masih Kurang Meyakinkan (UMKM)? Bisnis berjalan gitu-gitu aja? Beberapa hal ini perlu Anda cek sebagai bahan evaluasi agar tak selamanya jadi UMKM. Hehe..

#1 Pasar atau Target Pelanggan
Salah satu kesalahan klasik pengusaha mikro adalah terlalu muluk-muluk dalam menentukan siapa yang menjadi kelompok pelanggan utamanya. Biasanya ketika ditanya siapa kelompok pelanggan utama, dia akan menjawab “masyarakat, ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak” dan lain sebagainya. Ga sekalian sama kakek-kakek dan nenek-nenek?? Tidak spesifik. Alhasil, produk atau layanannya tidak spesifik juga.

Pasar atau kelompok pelanggan itu profilnya harusnya spesifik dan merupakan kelompok yang bersedia membayar produk atau layanan Anda. Mereka butuh karena memang keinginan mereka tersedia di tempat bisnis Anda.

Jadi, jika masih masuk kategori UMKM, coba cek kembali siapa sebenarnya profil pelanggan potensial Anda.

#2 Tidak Membaca Peta Bisnis dan Persaingannya
Sudah bukan menjadi rahasia baru jika pengusaha pemula merasa bahwa bisnisnya potensial dan tidak dimiliki oleh pelaku usaha sejenis. “Usaha saya peluangnya bagus dan belum ada yang seperti punya saya.” Itu salah satu kalimat yang sering saya dengar. Secara alami, pengusaha pemula punya kecenderungan keyakinan yang begitu tinggi. Bahkan ada yang over PD. Merasa bisnis hanya bisnis dia saja yang ada. Yang sejenis tak dianggap. Alhasil, cuma heboh di awal dan secara perlahan tergerus pelaku bisnis yang sudah ada sebelumnya (incumbent).

Read More

15 Dec

Menaklukkan Investor dalam 3 Menit

5174C515-C644-4633-A0B6-C792C8C9EE91Pada tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang 7 Hal yang harus dihindari dalam pitching investor, sekarang saya ingin berbagi tentang bagaimana menyiapkan diri Anda ketika tiba-tiba Anda bertemu dengan calon investor di tempat yang tidak Anda duga-duga sebelumnya??

Dear Entrepreneurs,
Pitching dalam arti yang luas bisa terjadi dimana saja. Kapan saja. Bisa di café saat Anda ngopi. Bisa saat Anda di mall. Di bandara. Saat sedang menghadiri workshop atau seminar. Bisa Di lift atau kapan saja dan di waktu yang Anda tidak duga sekalipun! Dan waktunya bisa jadi lebih singkat dari saat melakukan pitching di atas panggung acara pitching!

Oleh karenanya, jika Anda tidak menyiapkannya dari sekarang juga, maka Anda akan kehilangan momen penting untuk bertemu calon investor bisnis Anda ketika kesempatan itu tiba-tiba hadir di waktu yang tidak Anda antisipasi dengan baik!

Elevator Pitch, sebuah istilah yang digunakan betapa singkatnya waktu yang Anda miliki ketika tiba-tiba saat Anda naik lift dan tanpa disangka-sangka Anda bertemu dengan calon investor. Bagaimana Anda memanfaatkan waktu yang sangat singkat dalam lift tersebut untuk menawarkan ide bisnis Anda kepada orang tersebut dan membuat dia tertarik untuk menyusun pertemuan lebih lanjut tentang peluang kerjasama penting dalam perjalanan bisnis Anda?? 3 tips dasar yang perlu Anda lakukan dari sekarang adalah sebagai berikut:

Read More

14 Dec

AUDISI OPOP JAWA BARAT RASA PITCHING INVESTOR!

0CC59822-16F5-4D0D-B2EC-1467AC40707CPitching Investor merupakan istilah yang sangat familiar bagi startup maupun entrepreneur. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan momen tentang bagaimana start up atau entrepreneur meyakinkan investor untuk dapat membiayai ataupun mendukung rencana bisnis mereka. Tidak gratis biasanya karena investor ingin uang yang akan mereka investasikan bisa menghasilkan keuntungan. Dia punya saham di bisnis yang akan dibiayai ataupun bisa mendapatkan untung dari situ. Bisa juga berupa dana hibah. Beragam modelnya.

Audisi Tahap 3 program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Barat formatnya dibuat seperti pitching investor untuk bisa mengedukasi perwakilan pesantren agar memiliki pengalaman mengikuti pitching seperti startup yang berjuang habis-habisan untuk meyakinkan calon investor yang hadir. Desain audisinya dibuat semirip mungkin dengan pitching. Waktunya dibatasi 3 menit, disediakan panggung khusus dan lain sebagainya. Bedanya yang menilai bukan investor yang siap menggelontorkan duitnya, hehe…akan tetapi 3 unsur yang mewakili pesantren yang bisnisnya menjadi model kemandirian ekonomi, praktisi bisnis dan akademisi. Jangan salah, hadiahnya 400 juta untuk pengembangan bisnis! Wow bukan? Hehe..

Nah..dari proses 2 hari pitching dalam Audisi Tahap 3 OPOP Jabar ini, ada beberapa catatan yang bisa dijadikan pembelajaran untuk Anda yang akan melakukan pitching atau menyiapkan startup yang akan pitching investor di masa mendatang. Ada 7 hal yang sebaiknya dihindari pada saat pitching yang saya rangkum sebagai berikut: Read More

28 Aug

Pendamping UMKM: Akankah Tergeser Profesi ini di Jaman Revolusi industri 4.0?

37C98EA9-12E4-47A7-A4B7-189FDCE9F41C

Pendamping usaha atau pendamping UMKM rasanya sudah bukan sesuatu yang asing di telinga banyak orang. Tidak sedikit orang menekuni profesi ini dan bahkan menjadi sumber mata pencaharian sehari-hari. Beragam pihak yang membutuhkan jasa pekerjaan ini, terlepas status keprofesiannya yang masih arbitrer mengenai kompetensinya. Bergantung siapa yang akan menggunakan jasanya. Setiap pengguna jasa menentukan sendiri kriteria dan kualifikasi pendamping yang dibutuhkan. Belum baku.

Saya pribadi tidak tahu sejak kapan kata “pendamping” (orangnya) atau “pendampingan” (kegiatannya) itu mulai digunakan. Saya pernah browsing untuk menggali apa itu pendamping atau pendampingan secara definitif. Namun, mbah gugel nyatanya belum punya definisi yang spesifik yang bisa digunakan sebagai acuan. Setidaknya untuk pendamping usaha atau UMKM. Sekali lagi, arbitrer.

5174C515-C644-4633-A0B6-C792C8C9EE91

Ilustrasi pendampingan

Saya sudah lama ingin menuliskan hal ini. Bukan tanpa alasan. Diantaranya, setiap tahun selalu ada rekrutmen pendamping dari berbagai lembaga pemerintah. Lembaga non-pemerintah pun demikian. Beda istilah saja. Kalau non-pemerintah biasanya menyebutnya “fasilitator lokal”. Ini menandakan bahwa profesi ini dibutuhkan oleh banyak pihak. Cuma pertanyaannya, sudah seberapa efektif? Sudah seberapa kompetitif pendampingnya? Apa cuma dianggap aji mumpung saja dan mengandalkan program pemerintah?  Kalau Non Pemerintah (swasta atau NGO) yang akan merekrut pendampingnya, sudahkah masuk kualifikasi dan pengalamannya?  Read More

30 Jun

Lakukan 9 Hal Ini, Bisnis Anda Melejit!

C79263E8-E2EE-4E9E-9B0F-5B2EA10B90AB

“Memahami alasan dibalik mengapa seorang pelanggan menyukai suatu produk atas jasa tertentu akan membantu kita dalam menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan keinginan mereka.”

Kalimat tersebut saya sengaja buat dalam bentuk kutipan karena jadi teringat skripsi seorang kawan pada jaman kuliah dulu. Saya nggak ingat persis judul skripsinya. Yang saya ingat adalah topiknya tentang Sigmund Freud dan berhubungan dengan Psikoanalisis. Hmm..apa pula itu ya. Begini, biar tidak pusing, sederhananya tentang perilaku manusia. 

Apa hubungannya perilaku manusia dengan bisnis? Ada. Ini yang akan menjadi landasan untuk bisnis Anda agar bisa tumbuh dan disukai oleh pelanggan. Siapa coba yang nggak pengen bisnisnya digemari dan jadi tempat favorit pelanggan membelanjakan uangnya?

Ok. Kita kembali lagi ke perilaku manusia. Setiap manusia yang berakal memiliki hasrat atau keinginan untuk mencapai atau memiliki sesuatu. Keinginan yang paling mendasar adalah yang bersifat survival (bertahan hidup atau bersifat primitif. Hasrat untuk berada dalam situasi aman, sehat, bahagia hingga hasrat untuk tetap “eksis” dalam suatu komunitas. Mekanisme untuk bertahan hidup atau eksis itu menjadikan manusia berperilaku primitif. Kalau lapar, naluri untuk makan muncul; kalau dalam bahaya, naluri untuk menyelamatkan diri menyeruak; kalau ada lawan jenis, auto benerin rambut. Haha..yang terakhir saya nggak bisa saya validasi. Dan masih banyak contoh lainnya yang bersifat survival.

Karena biasanya yang bersifat survival itu menjadi kebutuhan dasar dan mendesak, maka biasanya menjadi otomatis untuk diperjuangkan. Kalau bahasa otomatis jaman sekarang auto (contoh: auto block, auto happy, dst.). Nah, dalam konteks memahami perilaku pelanggan, alangkah lebih baik jika kita bisa memahami keinginan survival target pelanggan utama kita. 

Hasrat pelanggan yang seperti apa yang harus kita pelajari agar mereka auto like dan auto mau membeli dari bisnis kita? Yuk kita simak sambil ngopi. Read More

28 Jun

Membangun Brand seperti Membuat Film

6D2748E5-A3D0-455C-9811-75432363D3E1MEMBANGUN BRAND? Mudah kalau Anda pernah Nonton Film!

Ya, brand itu seperti cerita. Karena dia cerita, maka bangunlah cerita seperti film. Apa saja yang harus ada dalam sebuah film agar menarik?

Pertama, KARAKTER. Apalah artinya sebuah cerita atau film jika tidak ada karakternya. Terlalu banyak karakter yang muncul dan porsinya sama akan menjadikan film nggak menarik. Sama dengan brand Anda. Karakter dalam cerita yang akan Anda bangun adalah target pelanggan utama Anda. Siapa target pelanggan utama Anda? Siapa yang akan menjadi tokoh utama atau hero dalam brand Anda? Jangan terlalu muluk-muluk. Be specific!

Kedua, MASALAH atau TANTANGAN. Masalah, tantangan ataupun konflik itu menjadi bagian penting dari sebuah cerita. Film menjadi tidak menarik jika karakter utamanya dari awal baik-baik saja hingga akhir cerita. Pasti membosankan kalau alurnya datar-datar saja. Oleh karenanya, konflik itu menjadi sangat penting. Apa kaitannya dengan brand? Anda harus mencari tahu permasalahan apa yang dialami oleh pelanggan utama Anda. Bisnis jaman now seperti itu kira-kira. Mereka muncul untuk memberikan solusi atas kesulitan, kekhawatiran dan permasalahan yang mereka alami. So, gali lebih dalam permasalahan tentang kebutuhan dan keinginan mereka terhadap produk/jasa tertentu.  Read More

24 Jun

Belajar Strategi Bisnis dari Angga Candra

15E88454-32EE-4FCB-AAB3-A3DD3CA34037

Angga Candra? Saya juga baru tadi sore mengenal nama tersebut dari platform youtube. Ya, dia seorang youtuber dan ternyata sebelumnya dia adalah Vokalis Adipati band. Mungkin nggak terlalu familiar nama band tersebut. Tapi saya tertarik untuk mengulasnya karena menurut saya ini bisa jadi pembelajaran bernilai, terutama buat (calon) entrepreneur.

Angga Candra memilih bersolo karir setelah keluar dari Band Adipati dan mencoba mencipta single sendiri “Hingga Tutup Usia”. Ternyata single tersebut tak juga membantu mendongkrak karirnya. Tak mau berhenti disitu, dia membuat channel youtube. Setelah saya coba cek, bulan April lalu subscribernya beranjak signifikan dari 500k menjadi saat ini berjumlah 2,3 juta subscriber! Angka subscriber yang bisa menghasilkan pemasukan 200-400 juta per bulan atau bahkan lebih! 

Apa yang bisa kita pelajari dari Angga Candra? Langsung saja kita bahas bareng sambil ngopi. Read More