24 Jun

Belajar Strategi Bisnis dari Angga Candra

15E88454-32EE-4FCB-AAB3-A3DD3CA34037

Angga Candra? Saya juga baru tadi sore mengenal nama tersebut dari platform youtube. Ya, dia seorang youtuber dan ternyata sebelumnya dia adalah Vokalis Adipati band. Mungkin nggak terlalu familiar nama band tersebut. Tapi saya tertarik untuk mengulasnya karena menurut saya ini bisa jadi pembelajaran bernilai, terutama buat (calon) entrepreneur.

Angga Candra memilih bersolo karir setelah keluar dari Band Adipati dan mencoba mencipta single sendiri “Hingga Tutup Usia”. Ternyata single tersebut tak juga membantu mendongkrak karirnya. Tak mau berhenti disitu, dia membuat channel youtube. Setelah saya coba cek, bulan April lalu subscribernya beranjak signifikan dari 500k menjadi saat ini berjumlah 2,3 juta subscriber! Angka subscriber yang bisa menghasilkan pemasukan 200-400 juta per bulan atau bahkan lebih! 

Apa yang bisa kita pelajari dari Angga Candra? Langsung saja kita bahas bareng sambil ngopi.

#1 MEREPOSISI MODEL BISNIS. Dampak disrupsi teknologi bisa menenggelamkan banyak profesi. Salah satunya band ataupun penyanyi. Bagaimana tidak, banyak youtuber bermunculan dengan modal HP mewarnai youtube dan instagram yang jumlah subscribernya WOW. Musisi pun mau nggak mau harus berinovasi! Ini yang juga dilakukan oleh Angga Candra. Dia bisa “menjual” single dia melalui cuplikan soundtrack berdurasi 2-3 detik pada setiap konten video yang dia buat.

#2 KONTEN ORISINIL. Saya mempelajari bahwa satu hal yang menjadi khas dari konten youtubenya: suara fals! Dia berhasil membranding prank videonya dengan suara fals alaminya. Haha..di tengah banyaknya video prank di youtube, menurut saya ini orisinil idenya. Kalau yang lain masih rada sama dengan video-video sejenis seperti ngegombal target pranknya. Dia bisa membuat positioning yang OK!

#3 CUSTOMER EXPERIENCE. Angga Mampu mengemas pengalaman viewernya dari membaca judul video hingga nonton sampe akhir videonya! AHA moment berawal dari reaksi alami target pranknya ketika dia bersuara fals menjadi suara yang enak didengar itu bikin penonton ngakak! 🤣

#4 MENDENGARKAN CUSTOMER. Untuk menjaga hubungan dengan viewernya, dia mengakomodir ide-ide (komentar) dari subscribernya. Customer-demand driven!

#5 PERENCANAAN YANG MATANG. Saya bilang begini karena saya mengamati struktur kontennya sama, durasi kurang lebih sama sekitar 10 menitan, becandaan yang khas, tulisan pada topi dan kata-kata jargon yang khas, pemilihan target yang eye-catching dan lain sebagainya. Ini buah dari perencanaan yang tidak bisa dibilang dadakan. Dikonsep dan diproduksi dengan ciamik agar dapat memberikan pengalaman yang khas buat

#6 KOLABORASI DAN SUKSES BERSAMA. Saya bilang kolaborasi karena dia juga mau mempromosikan akun IG target pranknya di konten videonya. Bahkan ada target pranknya yang juga mendadak hits karena videonya hits! Ini akhirnya yang bisa menciptakan shared follower/subscriber dan membentuk komunitas loyal.

#7 PERSISTEN. Untuk mendapatkan konten video yang OK, saya yakin itu butuh waktu dan perjuangan agar sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pada salah satu video, dia menyebutkan bahwa dia baru dapat sore harinya target prank yang sesuai (hunting dari pagi hari). Jadi, jangan menyerah! Rencanakan, lakukan, tarik pembelajaran dan mulai dari awal lagi.

Setidaknya itu pembelajaran yang bisa saya rangkum. Semoga bermanfaat. Bagi yang penasaran, silahkan langsung aja cekidot di youtube: Angga Candra.

Seruput kopi Halu lagi dari Bandung Barat.

Cihanjuang, 24 Juni 2019

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.