14 Dec

AUDISI OPOP JAWA BARAT RASA PITCHING INVESTOR!

0CC59822-16F5-4D0D-B2EC-1467AC40707CPitching Investor merupakan istilah yang sangat familiar bagi startup maupun entrepreneur. Istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan momen tentang bagaimana start up atau entrepreneur meyakinkan investor untuk dapat membiayai ataupun mendukung rencana bisnis mereka. Tidak gratis biasanya karena investor ingin uang yang akan mereka investasikan bisa menghasilkan keuntungan. Dia punya saham di bisnis yang akan dibiayai ataupun bisa mendapatkan untung dari situ. Bisa juga berupa dana hibah. Beragam modelnya.

Audisi Tahap 3 program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Barat formatnya dibuat seperti pitching investor untuk bisa mengedukasi perwakilan pesantren agar memiliki pengalaman mengikuti pitching seperti startup yang berjuang habis-habisan untuk meyakinkan calon investor yang hadir. Desain audisinya dibuat semirip mungkin dengan pitching. Waktunya dibatasi 3 menit, disediakan panggung khusus dan lain sebagainya. Bedanya yang menilai bukan investor yang siap menggelontorkan duitnya, hehe…akan tetapi 3 unsur yang mewakili pesantren yang bisnisnya menjadi model kemandirian ekonomi, praktisi bisnis dan akademisi. Jangan salah, hadiahnya 400 juta untuk pengembangan bisnis! Wow bukan? Hehe..

Nah..dari proses 2 hari pitching dalam Audisi Tahap 3 OPOP Jabar ini, ada beberapa catatan yang bisa dijadikan pembelajaran untuk Anda yang akan melakukan pitching atau menyiapkan startup yang akan pitching investor di masa mendatang. Ada 7 hal yang sebaiknya dihindari pada saat pitching yang saya rangkum sebagai berikut:

#1 BERLEBIHAN TENTANG PROYEKSI KEUANGAN. Dimana-mana kalau ngomongin proyeksi, selalu indah dan manis angkanya. Kenyataannya, proyeksi yang terlalu muluk-muluk justru akan menimbulkan tanda tanya calon investor Anda. Jika Anda berbohong atau tidak masuk akal proyeksinya, Anda akan makin jauh dari impian untuk mendapatkan peluang pembiayaan! Ya kali investor mau menggelontor duitnya untuk bisnis yang tidak realistis. Hehe..

#2 MENCERITAKAN RENCANA PERTUMBUHAN BISNIS TANPA BUKTI YANG KUAT. Menunjukkan grafik pertumbuhan bisnis yang eksponensial atau menanjak secara signifikan itu menarik. Namun, jika Anda tidak punya strategi dan taktik yang memadai yang diperkuat dengan sumber daya dan bukti yang ada, itu hanya akan jadi mimpi di siang bolong. Kondisi bisnis saat ini (kapasitas produksi, catatan laporan keuangan, ceruk market yang telah dalam genggaman dan potensinya, resiko dan tantangan bisnis hingga kompetensi dan pengalaman tim yang mengelola) akan menjadi cerminan awal dan berbanding lurus dengan rencana pertumbuhan yang Anda siapkan. Disitu akan kelihatan masuk akal atau tidak rencana pertumbuhan bisnis yang akan dikejar. Optimis boleh, tapi Anda harus realistis dengan rencana Anda!

#3 ANDA TIDAK PUNYA KOMPETITOR. Di jaman yang segala sesuatu makin mudah ini, rasanya kecil kemungkinannya bahwa Anda tidak punya kompetitor di bidang bisnis yang Anda jalankan. Kalaupun benar tidak ada, maka pertanyaan berikutnya, apa iya tidak mudah direplikasi model bisnisnya oleh orang lain? Apalagi Indonesia ini terkenal dengan budaya latahnya ketika ada bisnis yang terlihat menguntungkan. Belum lagi, entrepreneur pemula biasanya memang biasanya terlalu yakin bahwa bisnisnya akan berjalan mulus dan merasa tidak akan ada kompetitor yang bisa menyainginya. Cara ini akan membuat Anda terkesan arogan dan naif!

#4 FOKUS HANYA PADA HAL YANG POSITIF ALIAS NARSIS. Jika Anda bercerita tentang rencana yang semua akan berjalan mulus dan perfect, justru akan jadi aneh. Lah..terus Anda ngapain ikutan pitching kalau semua akan berjalan mulus? Ya uda sih jalankan sendiri dan gak perlu bercerita rencana bisnis Anda itu. Ngutang aja dan jalankan bisnisnya tanpa perlu bagi-bagi kue keuntungan dengan orang lain. Emang nggak takut bisnisnya direplikasi dengan mudah sama orang lain? Hehe..lagian bisnis mah tidak seperti matematika yang selalu eksak keleus! Dinamis woe! Hehe..

#5 MEMBACA SLIDE PRESENTASI. Momen pitching itu adalah momen bercerita. Bukan membacakan slide. Cara ini akan menunjukkan bahwa Anda tidak siap dan tidak menguasai bisnis yang Anda jalankan! Mana mungkin investor mau membiayai bisnis yang seperti itu? Persiapkan dengan baik dan kuasai. Tunjukkan bahwa Anda siap untuk menjalankan bisnis tersebut dan layak didukung rencana Anda. Dan juga, jangan sampai bisnis yang baik gagal menarik perhatian investor karena Anda tidak menyiapkan pitch deck Anda dengan baik. Latihan! Jangan sampai bikin slide yang unfaedah! Singkat dan alur slidenya memudahkan Anda bercerita.

#6 BERCERITA TERLALU DETIL. Waktu pitching itu singkat, Ferguso. Anda jangan terlalu detil dan teknis menceritakan rencana Anda seperti business plan. Membosankan dan tidak menarik! Keburu abis waktunya. Hehe..

#7 TIDAK SIAP DENGAN PLAN B. Jangan harap jalannya pitching akan sesuai dengan alur yang Anda siapkan. Anda harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan kritis calon investor Anda. Huruf aja tidak A dan B, sampai Z! Oleh karenanya, Anda harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan sulit. Tapi jangan ngeles juga karena pasti akan ketahuan, bung! Ngobrol dan minta masukan dari orang yang bisa diajak diskusi tentang rencana Anda.

Segitu dulu ya sharingnya. Kalau kebanyakan ntar eneg dan ketiduran bacanya. Hehe..tapi yang perlu saya tekankan adalah pitching investor itu bertujuan untuk menarik minat investor dan membuat mereka penasaran untuk mengetahui lebih detil bagaimana rencana Anda akan dijalankan. Selebihnya, selesaikan di meja kopi deal bisnisnya. Hehe..

Oh ya, selamat ya kepada 10 pesantren Jawa Barat yang menang! Semoga bisnisnya bisa tumbuh untuk mengantarkan pesantren Anda menuju kemandirian ekonomi dan memberi manfaat kepada santri, pengurus dan warga sekitar! Pesantren juara, umat sejahtera!

Bandung, 14 Desember 2019
@randie911 (Penulis adalah praktisi bisnis dan pemerhati pemberdayaan ekonomi masyarakat)

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.