15 Dec

Ingin Mulai Berwirausaha? Pastikan 5 Langkah ini Sudah Anda Pertimbangkan!

employee-to-entrepreneur-hipster-caucasian-man-change-career-directions-street-direction-sign-progress-big-decision-52491140

Bekerja atau Berbisnis?

Bekerja atau berbisnis itu adalah pilihan. Tentu yang bisa memutuskan adalah kita sendiri, bukan orang lain. Hal yang paling mendasar yang bisa dijadikan pertimbangan apakah kita sebaiknya menjadi karyawan atau pebisnis adalah dengan bertanya 5 hal berikut ini pada diri kita:

 

  1. Apakah saya suka dengan ketidakpastian dan merasa tertantang untuk menaklukkannya? Mau menanggung resiko besar untuk mencapai mimpi yang besar pula?
  2. Apakah saya orang yang terbiasa berpikir dan tertantang untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi?
  3. Apakah saya tipe orang yang punya keyakinan terhadap ide-ide sendiri dan merasa puas ketika dapat mewujudkannya?
  4. Apakah saya bahagia dengan hasil karya sendiri dan tidak mudah goyah dengan keberhasilan orang lain?
  5. Apakah saya merasa terpanggil untuk membantu menyelesaikan masalah orang lain?

Jika jawabannya semua YA, SELAMAT! Anda punya potensi besar untuk menjadi pebisnis. Dunia ini butuh kontribusi Anda untuk berbuat sesuatu untuk orang lain. Jika sebagian besar jawabannya TIDAK, Anda perlu mempertimbangkan lagi untuk mulai berbisnis. Tapi jangan khawatir, kalau Anda masih punya keinginan untuk berbisnis, Anda masih punya peluang yang sama. Berbisnis itu bukan bakat. Sebagian kecil orang mungkin terlahir dengan DNA pebisnis. Jangan berkecil hati, keterampilan dan seni berbisnis itu bisa dilatih. Daya juang dan daya tahan kita yang akan menentukan apakah kita bisa mengelola bisnis atau tidak. Sekali lagi, berbisnis itu bukan BAKAT bawaan lahir. Pertanyaannya, kemudian, apakah Anda berani mencobanya?

23080957-vector-character-in-flat-style-smart-man-with-idea-infographic-elements-stock-vector

Anda butuh ide untuk berbisnis

OK, let’s say ternyata Anda berani untuk mencobanya. Selamat! Satu langkah telah dibuat, Anda telah memutuskan untuk berwirausaha. Keputusan ini tidak mudah dibuat. Butuh waktu yang cukup panjang, terutama jika sebelumnya Anda berstatus sebagai karyawan yang harus menanggalkan gaji rutin dan semua fasilitasnya. Lantas apa yang mesti dilakukan jika Anda ingin berbisnis? Tentu, Anda butuh ide untuk bisa berbisnis.

Bagaimana mencari ide bisnis? Yuk kita telusuri bersama bagaimana mencari ide untuk berbisnis sambil menyeruput kopi dan mendengarkan playlist lagu favorit. (Baca juga: Bisnis Apa yang Prospeknya Bagus dan Mencari Ide Bisnis Itu Mudah) 

#1 Siapa calon pelanggan Anda?

Jika kita ingin berbisnis, yang pertama kali kita butuhkan itu IDE BISNIS. Beberapa orang gagal mau berbisnis karena tidak punya cukup modal untuk memulai bisnis. Parahnya, ide bisnis masih belum ada tapi sudah mumet mikir duit siapa yang mau dipakai untuk berbisnis. Ayolah..kok ruwet tenan to uripmu Bro..belum apa-apa sudah mikir modal!

55851650-vector-segmentation-concept-template

Siapa calon pelanggan yang paling penting dalam ide bisnis Anda?

Cari dulu ide bisnis. Jawab dulu pertanyaan sederhana ini. Siapa calon pelanggan Anda? Seperti apa profil mereka? Please, jangan lebay Anda ingin berbisnis yang pelanggannya adalah masyarakat luas. Itu terlalu utopis alias muluk-muluk bin khayal. Bisa saja targetnya adalah pasar massal yang memiliki kebutuhan yang sama. Tapi, apakah waktu, energi, sumber daya dan ide Anda memungkinkan? Sekarang begini saja, bayangkan Anda mau melakukan PDKT. Ceritanya Anda ini sedang kebelet ingin punya pasangan dan didesak oleh usia dan orang tua yang segera ingin menimang cucu. Maka, apa yang perlu dilakukan? Profil! Tentu Anda punya kriteria. Pasangan yang seperti apa yang diinginkan yang selalu hadir dalam angan dan mimpi Anda yang tak berkesudahan itu. Hehe..

Mencari ide bisnis juga kira-kira sama. Tentukan dulu siapa target pasar Anda. Siapa pelanggan yang paling penting dalam ide bisnis kita? Pelajari seperti apa profil mereka. Karakteristik segmen pasarnya seperti apa dan dimana mereka tinggal. Itu pertanyaan pertama yang harus Anda jawab: siapa calon pelanggan yang paling penting dalam rencana bisnis Anda.

#2 Cari tahu apa kebutuhan dan keinginan mereka?

dollarphotoclub_51783204-300x220

Identifikasi kebutuhan dan keinginan calon pelanggan Anda

Langkah berikutnya kalau Anda sudah tahu profil calon pasangan Anda, saatnya Anda mencari tahu kebutuhan dan keinginan mereka. Adil kan kalau dia juga punya kriteria? Dia juga punya kebutuhan dan keinginan yang ingin mereka capai. Cari tahu!

Ide bisnis Anda pun sama. Kalau Anda sudah menentukan siapa target pelanggan, langkah berikutnya adalah mencari tahu kebutuhan mereka seperti apa. Kebutuhan dalam ilmu ekonomi itu kira-kira begini: segala sesuatu yang muncul secara naluriah dan sangat diperlukan oleh manusia untuk mempertahankan hidupnya. Banyak dan beragam sekali kebutuhan itu.

people

Bisnis itu sejatinya membantu orang lain; memenuhi permintaan mereka; memuaskan kebutuhan dan keinginan target pasar kita

Nah, namanya kebutuhan kalau tidak terpenuhi itu akan jadi masalah. Tugas Anda adalah MENGIDENTIFIKASI MASALAH mereka. Kebutuhan apa yang belum terpenuhi. Tak perlu mencari tahu semua kebutuhan mereka. Itu namanya Anda cari masalah, Bro! Fokus pada satu-dua masalah yang paling signifikan. Tentu, permasalahan yang ingin Anda bantu. Beda segmen pelanggan, bisa beda permasalahan. Nilai tawar atau keunggulan (value propositions) yang kita tawarkan pun bisa berbeda.

 #3 Apa produk atau jasa yang ingin Anda jual?

vender-online

Produk atau jasa apa yang akan Anda tawarkan

Langkah berikutnya adalah apa yang bisa Anda tawarkan kepada calon pasangan untuk menjawab kebutuhan dan keinginan dia. Hehe.. Begitupun dengan bisnis. Saat kita sudah mempelajari profil dan karakteristik segmen pasar kita dan telah mengindentifikasi ‘masalah’ mereka, saatnya kita menentukan produk atau jasa apa yang ingin kita tawarkan. Untuk yang satu ini, akan lebih baik jika kita mempelajari produk sejenis yang sudah beredar di pasar. Pelajari dengan seksama dan temukan apa yang bisa menutupi celah keinginan pelanggan yang belum terpenuhi dengan baik. Hal ini penting agar kita dapat menentukan value propositions yang seperti apa yang akan kita tawarkan pada segmen pasar kita. Agar bisnis kita berbeda dengan tetangga sebelah. Biar kita nggak capek-capek amat bersaing sama mereka sampai berdarah-darah. Pikirkan dan cari tahu!

Kemudian, pertimbangkan apakah kita akan buat sendiri produk atau jasa yang akan kita tawarkan kepada pelanggan ataukah kerjasama dengan orang lain untuk menyediakan kebutuhan dan keinginan mereka. Tentu dengan melihat sumber daya yang kita miliki dan pertimbangan plus-minusnya.

#4 Bagaimana cara menjualnya?

bagaimana produk dan value propositions Anda bisa menjangkau pelanggan

Nah, ini yang menarik. Saatnya Anda puter otak bagaimana mendekati pasangan dan meyakinkan dia. Bagaimana dengan bisnis? Kira-kira sama. Sekarang kita sudah sampai pada tahap ini: bagaimana cara menjual produk atau jasa yang akan kita tawarkan. Di jaman disruptive technology ini, masyarakat dimanjakan dengan produk dan layanan yang serba instan, cepat dan transparan. Oleh karenanya, sesuaikan dengan profil, karakteristik dan kebiasaan target pelanggan kita:
Apakah melalui penjualan langsung kepada pelanggan seperti toko sendiri, tenaga penjualan, website dan sejenisnya? Apakah melalui kerjasama penjualan seperti toko rekanan, grosir atau sejenisnya? Pertimbangkan kemudahan mereka untuk menjangkau produk kita. Beda segmen pelanggan, bisa beda cara menjangkaunya. Ciptakan pengalaman pelanggan (customer experience) yang menarik dan berkesan dalam membeli produk atau jasa kita. Tentu, sekali lagi yang bisa membantu mereka mudah menjangkau produk kita.

Sampai sejauh ini aman? Sudah terbayang jawabannya untuk mempersiapkan ide bisnisnya? Mari kita lanjutkan ke langkah terakhir.

#5 Lakukan riset pasar!

Dalam PDKT untuk mencari pasangan hidup, riset itu penting untuk mendapatkan informasi dengan lebih detil. Anda harus keluar dari rumah untuk memvalidasi ide-ide yang Anda kumpulkan sebelumnya. Pun demikian dengan ide bisnis.

Teman-teman calon entrepreneur yang saya banggakan, 4 pertanyaan di atas perlu dipertajam dengan melakukan riset pasar. Anda tidak harus menyewa akademisi atau tenaga periset untuk melakukannya. Anda bisa melakukannya sendiri kok.

full-circle-market-research-advertisement-online-shopping-e-commerce-service-data-protection-payment-delivery-all-elements-50277430

Lakukan riset pasar!

Anda bisa survey sendiri, melakukan pengamatan, ngobrol secara personal dengan calon pelanggan atau bahkan diskusi dengan mereka tentang informasi yang ingin Anda kumpulkan terkait kebutuhan dan keinginan mereka. Kalau sudah ada produknya, Anda bisa uji produk atau layanan Anda langsung untuk mendapatkan respon dan mengetahui animo mereka terhadap produk Anda seperti apa. Gaul! Anda mesti blusukan dan berinteraksi langsung dengan mereka agar Anda dapat masukan dari mereka. Mereka adalah calon pelanggan Anda nantinya. Bisnis itu bukan tentang apa yang ingin Anda jual, tapi bagaimana Anda memenuhi permintaan calon pelanggan Anda. Lakukan riset pasar!

Saya tunggu kabar baik Anda setelah melakukan riset calon pasangan. Eh..maksud saya riset pasar. Hehe.. Nanti kita diskusikan bagaimana selanjutnya. Selamat berwirausaha, Entrepreneur!

Baca juga: 3 Tips Ampuh Merealisasikan Rencana Bisnis

Tulisan terkait: 10 Tips Membangun Fondasi Bisnis

Yudi Utomo

A Passionate Entrepreneurial Specialist @BMUNusantara

2 thoughts on “Ingin Mulai Berwirausaha? Pastikan 5 Langkah ini Sudah Anda Pertimbangkan!

  1. Gue banget nih…berasa penting banget poin ke-5 dan target pasar..semoga kedepannya tulisannya makin joss dan bermanfaat bwt para entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>