15 Dec

Menaklukkan Investor dalam 3 Menit

5174C515-C644-4633-A0B6-C792C8C9EE91Pada tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang 7 Hal yang harus dihindari dalam pitching investor, sekarang saya ingin berbagi tentang bagaimana menyiapkan diri Anda ketika tiba-tiba Anda bertemu dengan calon investor di tempat yang tidak Anda duga-duga sebelumnya??

Dear Entrepreneurs,
Pitching dalam arti yang luas bisa terjadi dimana saja. Kapan saja. Bisa di café saat Anda ngopi. Bisa saat Anda di mall. Di bandara. Saat sedang menghadiri workshop atau seminar. Bisa Di lift atau kapan saja dan di waktu yang Anda tidak duga sekalipun! Dan waktunya bisa jadi lebih singkat dari saat melakukan pitching di atas panggung acara pitching!

Oleh karenanya, jika Anda tidak menyiapkannya dari sekarang juga, maka Anda akan kehilangan momen penting untuk bertemu calon investor bisnis Anda ketika kesempatan itu tiba-tiba hadir di waktu yang tidak Anda antisipasi dengan baik!

Elevator Pitch, sebuah istilah yang digunakan betapa singkatnya waktu yang Anda miliki ketika tiba-tiba saat Anda naik lift dan tanpa disangka-sangka Anda bertemu dengan calon investor. Bagaimana Anda memanfaatkan waktu yang sangat singkat dalam lift tersebut untuk menawarkan ide bisnis Anda kepada orang tersebut dan membuat dia tertarik untuk menyusun pertemuan lebih lanjut tentang peluang kerjasama penting dalam perjalanan bisnis Anda?? 3 tips dasar yang perlu Anda lakukan dari sekarang adalah sebagai berikut:

#1 20 Detik Pertama Yang Menentukan. “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Pernah mendengar kalimat tersebut? Atau pernah punya pengalaman ketika Anda nonton TV dan Anda pegang remotenya, dalam sekejap Anda bisa memutuskan untuk pindah saluran TV karena tayangan yang muncul tidak menarik? Dengan begitu mudah dan cepatnya Anda pindah tayangan TV karena dalam tempo yang sangat singkat tayangannya Anda anggap tidak menarik. Itu yang saya maksud dengan 20 detik pertama yang sangat menentukan! Bagaimana caranya agar bisa menarik perhatian dalam waktu singkat?

Yang paling mendasar yang Anda harus lakukan untuk mendapatkan perhatian orang tersebut adalah TEMUKAN KESAMAAN MINAT ATAU TOPIK SEDERHANA yang bisa jadi bahan pembuka pembicaraan dengan orang tersebut! Terlihat sederhana. Tapi tidak semudah yang dibayangkan untuk membuka obrolan yang bisa menentukan menit-menit berikutnya. Pada momen-momen krusial ini, Anda harus pandai-pandai membaca tanda-tanda. Melakukan observasi cepat, misalnya, atribut yang dia gunakan, topik yang mungkin sedang hits atau trending di media sosial atau portal berita online, menguping pembicaraan terakhir yang orang tersebut lakukan, sesuatu yang dia bawa, atau apa saja yang bisa menjadi pemicu orang tersebut tertarik untuk ngobrol dengan Anda!

Menurut sebuah riset, orang rata-rata bisa ngomong 250 kata dalam 1 menit. Maka, Anda hitung sendiri 20 detik itu akan menghasilkan berapa kata? Hehe…eksak banget ya? Tapi, maksudnya begini, pembuka obrolan yang jitu untuk menarik minat lawan bicara itu sangatlah penting. Bisa jadi sesuatu yang personal atau sesuatu yang sangat sederhana. Kreatiflah dan pandai-pandailah membaca tanda-tanda agar orang tersebut tertarik untuk merespon percakapan awal Anda! Yang ideal, Anda harus tahu banyak tentang orang tersebut.

#2 Jaga Tempo Obrolan dan Mulai Sentuh Ide/Permasalahan dari Solusi yang Akan Anda lakukan melalui Ide Bisnis Anda. Ketika Anda berhasil menarik perhatian orang tersebut, maka tugas Anda berikutnya adalah bagaimana menjaga obrolan tersebut bisa tetap berlanjut. Ibarat makanan, tips yang pertama itu seperti makanan pembuka, maka tahap kedua ini ibarat makanan beratnya. Main Course istilah kerennya. Hehe..

Yang harus Anda lakukan adalah bagaimana cara Anda bisa menyisipkan permasalahan yang menjadi latar belakang bisnis Anda menjadi jembatan obrolan berikutnya. Misalnya ide bisnis Anda berangkat dari permasalahan limbah plastik yang begitu mengkhawatirkan. Atau tingginya angka kematian ibu atau bayi pada saat proses persalinan. Banyaknya pelaku usaha mikro yang tidak memiliki akses pembiayaan bisnis. Atau apa permasalahan spesifik yang ingin Anda selesaikan dengan bisnis Anda.

Pada tahap ini, jika Anda bisa membuat orang tersebut tertarik atau bahkan dia juga mengalami atau mengetahui isu tersebut sebagai concern, tanda-tanda komunikasi berjalan sesuai harapan Anda adalah ketika dia merespon obrolan tersebut lebih jauh dan bertanya kembali kepada Anda. Teoritis? Bisa jadi. Tapi itu adalah fakta yang harus Anda terima. Komunikasi itu resiprokal atau terjadi 2 arah. Selain itu, pandai-pandailah membaca bahasa tubuh atau komunikasi non-verbal orang tersebut; apakah dia suka dengan obrolan Anda bisa terlihat dari bahasa tubuh atau gestur yang dia tunjukkan.

Seandainya dia terlihat tidak menyukai atau berminat dengan isu yang Anda sampaikan (terkait dengan latar belakang bisnis Anda), Plan B nya adalah jangan paksakan. Jangan narsis dan terkesan bahwa Anda tidak menghargai waktu orang tersebut. Atau jangan menunjukkan bahwa Anda egois dengan terlalu memaksakan dia mendengar Anda. Anda tidak harus menyampaikannya saat itu juga. Namun, jika bisa, akan lebih baik.

#3 Tinggal Kesan yang Menarik dan Memorable. Tahap terakhir ini sangat penting untuk menjadi langkah atau perantara untuk komunikasi berikutnya di lain kesempatan. Karena waktu yang singkat dan Anda harus mengakhiri obrolan dengan orang tersebut, tinggalkan kesan yang baik dan buat dia mengingat sesuatu yang terkait dengan Anda atau ide Anda.

Terkait dengan ide bisnis yang akan Anda lakukan, dari sekarang siapkan 3 hal yang identik dan menjadi kata kunci dari permasalahan atau 3 kata kunci yang mendeskripsikan bisnis Anda. Keep it short and easy to remember.

Cara lain adalah dengan menyiapkan kartu nama. Terkesan old-school. Cara lama memang. Tapi tipsnya adalah kartu nama Anda sebaiknya tidak hanya berisi tentang informasi kontak dan alamat saja. Informasi alamat website atau paling tidak akun media sosial Anda.

Singkat kata, dessert atau makanan penutupnya juga harus menarik. Penutup percakapan Anda juga harus menarik dan berkesan. Bisa beragam bentuknya. Tapi harus identik dan mudah diingat. Tutup percakapan seperti menggantung dan membuat dia penasaran untuk ngobrol dengan Anda. Jangan lupa, Anda harus dapat nomor kontak orang tersebut!

Well, itu tips singkat untuk menyiapkan pitching yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Hidup memang tidak dapat diprediksi dan tidak selalu seindah harapan Anda, Ferguso. Namun, sebaik-baiknya keberuntungan itu milik orang yang SIAP ketika KESEMPATAN hadir tiba-tiba dihadapan Anda. Ciptakan peluang dan raihlah dengan sebaik mungkin!

Bandung, 15 Desember 2019
@randie911

Yudi Utomo

A Training Designer and Social Enterprise Enthusiast @BMUNusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.